Jumat, 05 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

HOROR! Satpol PP DIY Cerita Ada 6 Insiden Maut di Pantai Selatan Selama Long Weekend

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
18/05/2026, 18:34 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
HOROR! Satpol PP DIY Cerita Ada 6 Insiden Maut di Pantai Selatan Selama Long Weekend

Petugas Satlinmas Rescue Istimewa sedang berjaga dan memantau situasi gelombang laut di pos pemantauan bibir pantai selatan Yogyakarta demi keselamatan wisatawan.Foto:IST

jogja.fin.co.id - Momen libur panjang tengah Mei yang seharusnya menjadi ajang rekreasi penuh tawa justru berubah menjadi duka di sepanjang garis pesisir Pantai Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY merilis data mengejutkan terkait rentetan kecelakaan fatal yang melanda sejumlah titik wisata pantai komersial, baik di wilayah Kabupaten Bantul maupun Gunungkidul.

Tidak tanggung-tanggung, dalam kurun waktu lima hari saja, tercatat ada enam insiden kecelakaan terpisah yang direspons cepat oleh tim kedaruratan lapangan. Rentetan kejadian ini mencakup kecelakaan laut, kelalaian wahana wisata, serangan biota laut, hingga kematian mendadak yang mengguncang rombongan pelancong.

"Rabu 13 Mei itu ada kapal nelayan terbalik di Pantai Baru, Bantul," ungkap Kepala Satpol PP DIY, Bagas Senoadji, saat membeberkan kompilasi data investigasi di Yogyakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Dari Kapal Terbalik di Bantul hingga Kejang Maut di Sadranan

Advertisement

Tragedi pertama yang membuka rapot merah libur panjang ini melanda sektor kelautan di Pantai Baru, Bantul. Sebuah kapal motor milik nelayan lokal dilaporkan terbalik dihantam ombak besar. Insiden tersebut menelan tiga korban jiwa, di mana dua nelayan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat berkat pelampung, sementara satu nyawa nelayan lainnya tak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Memasuki hari Kamis, 14 Mei, laporan beralih ke Pantai Sundak, Gunungkidul, dengan insiden seorang wisatawan yang terluka parah akibat tertusuk duri ikan beracun di area karang. Namun, eskalasi kecelakaan mencapai puncaknya pada hari Jumat, 15 Mei, di mana posko Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) harus menangani empat kejadian darurat sekaligus dalam waktu 24 jam.

"Paling banyak terjadi insiden itu laporannya pada Jumat 15 Mei 2026, ada empat insiden dalam sehari. Tiga orang di Pantai Sepanjang tersengat ubur-ubur dan satu orang di pantai tersebut juga ada yang terjepit besi," jelas Bagas.

Pada hari yang sama, sebuah kecelakaan wahana rekreasi terjadi di Pantai Drini, melibatkan seorang pelancong yang terjatuh dari atas mobil jeep wisata akibat kehilangan keseimbangan saat bermanuver. Tak kalah tragis, suasana mencekam juga melanda area parkir Pantai Sadranan, Gunungkidul. Seorang wisatawan meninggal dunia secara mendadak setelah mengalami kejang-kejang hebat di dalam bus pariwisata yang tengah bersandar.

Anggota Satlinmas SRI sebenarnya telah berupaya melakukan tindakan resusitasi darurat dan memanggil dokter Puskesmas terdekat, namun kondisi medis korban yang memburuk membuat nyawanya gagal diselamatkan.

Alarm Keras Bagi Wisatawan: Pentingnya Mitigasi Mandiri

Baca Juga

Melihat tingginya angka kecelakaan fisik yang terjadi di lapangan, Pemda DIY melalui jajaran Satpol PP mengeluarkan maklumat dan alarm waspada tingkat tinggi bagi seluruh agensi travel serta wisatawan mandiri. Karakteristik Pantai Selatan yang dinamis dengan ombak besarnya menuntut kesadaran penuh dari masing-masing individu untuk tidak menantang bahaya.

Pihak berwenang meminta wisatawan untuk memeriksa kondisi kesehatan fisik secara berkala sebelum melakukan perjalanan jauh. Selain itu, kepatuhan penuh terhadap bendera larangan berenang di zona palung serta pengawasan ketat terhadap penggunaan alat keselamatan pada wahana wisata wajib diperketat agar memori liburan di Jogja tidak berakhir dengan tragedi memilukan.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
Penulis jogja.fin.co.id