Lifestyle . 28/05/2026, 17:25 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Penyelidikan kasus meninggalnya empat anggota keluarga di area camping Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terus berkembang. Polisi mulai mengarah pada dugaan awal terkait makanan yang dikonsumsi korban selama berkemah, sementara proses autopsi terhadap seluruh jenazah masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Keempat korban merupakan warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang sebelumnya datang untuk berlibur bersama keluarga di salah satu kawasan wisata Kecamatan Kledung, Temanggung.
Peristiwa tragis tersebut terjadi setelah keluarga itu memilih bermalam menggunakan tenda sejak Selasa 26 Mei 2026 malam. Namun, rencana liburan berubah menjadi duka ketika mereka ditemukan tidak bernyawa pada Rabu 27 Mei 2026.
Kasatreskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman dengan melibatkan tim identifikasi serta laboratorium forensik.
“Satreskrim Polres Temanggung telah melaksanakan olah tempat kejadian perkara terkait ditemukannya empat orang meninggal dunia yang merupakan satu keluarga yang sedang melaksanakan wisata di salah satu tempat wisata di Kabupaten Temanggung,” ujar Komang di RSUD Temanggung, Kamis 28 Mei 2026.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, keluarga tersebut tiba di lokasi wisata sekitar pukul 22.00 WIB dan langsung mendirikan tenda untuk bermalam.
Keesokan harinya sekitar pukul 11.45 WIB, petugas objek wisata sempat mendatangi area tenda untuk mengingatkan proses check out karena kawasan perkemahan akan dibersihkan. Namun, tidak ada jawaban dari dalam tenda.
Karena merasa curiga, petugas kembali ke lokasi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat pintu tenda dibuka, empat korban ditemukan dalam kondisi tubuh telah kaku.
Korban masing-masing berinisial MAM (52), M (43), serta dua anak mereka, AEH (17) dan BAH (21). Polisi menyebut seluruh korban merupakan satu keluarga.
Dalam proses penyelidikan, aparat mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk makanan serta perlengkapan barbeque yang dibawa korban saat camping.
Meski belum menyimpulkan penyebab kematian, indikasi awal disebut mengarah pada kemungkinan keracunan makanan. Namun, polisi menegaskan dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan ilmiah.
Untuk memastikan penyebab pasti kematian, dokter forensik RSUD Temanggung bersama tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah melakukan autopsi terhadap keempat jenazah.
Selain itu, sampel makanan yang ditemukan di lokasi turut dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah guna diperiksa lebih lanjut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media