Genjot Jam Terbang, PSS Football Academy Bersiap Tembus Turnamen Internasional
Siswa usia dini PSS Football Academy sedang menjalani sesi latihan taktis dan penguatan mental di Lapangan HK, Sleman.Foto:PSSSleman
jogja.fin.co.id - Manajemen PSS Muda Akademi (PMA) menyiapkan cetak biru baru untuk mematangkan kualitas talenta lokal di wilayah Sleman dan sekitarnya. Akademi yang bernaung di bawah klub PSS Sleman ini resmi menghadirkan program pembinaan berjenjang yang lebih terstruktur untuk mendongkrak kemampuan teknis sekaligus mental bertanding para siswa.
Salah satu program terdekat yang siap bergulir adalah Summer Camp. Program ini dirancang secara khusus oleh tim pelatih untuk memberikan atmosfer baru bagi para pesepak bola belia agar tetap fokus dalam jangka panjang.
"Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman baru bagi para pemain muda agar tetap termotivasi dan tidak merasa jenuh dalam proses pembinaan," ujar Manajer PSS Muda Akademi (PMA), Ariono, di Lapangan HK, Sleman, Jumat 5 Juni 2026.
Baca Juga
Ariono menilai, tingginya antusiasme anak-anak di Sleman terhadap sepak bola harus diimbangi dengan kualitas kompetisi yang mumpuni. Oleh karena itu, manajemen PMA tidak ingin para siswa hanya sekadar berlatih secara internal, melainkan wajib mencicipi atmosfer turnamen dengan tekanan tinggi.
Pihak akademi kini tengah menyusun jadwal uji tanding dan berencana mendaftarkan tim PSS FA ke berbagai kejuaraan sepak bola usia dini. Langkah ini diambil untuk menguji sejauh mana hasil latihan dapat diterapkan dalam situasi pertandingan riil.
"Hal ini sejalan dengan upaya untuk mempercepat proses adaptasi pemain di berbagai situasi pertandingan," kata Ariono menjelaskan.
Target manajemen PSS FA tidak main-main dalam memetakan lawan tanding. Untuk membentuk mental baja para pemain muda, Laskar Sembada muda dibidik untuk keluar dari zona nyaman dengan melakoni laga di luar Yogyakarta.
Ariono menegaskan, manajemen PMA saat ini sedang menjajaki peluang untuk mengirimkan siswa akademi ke turnamen-turnamen skala besar. Kriteria kompetisi yang dipilih wajib memiliki standar organisasi yang baik dan tingkat persaingan yang ketat.
"Kami juga menargetkan untuk mengikuti kompetisi di luar daerah, khususnya turnamen yang memiliki kualitas dan reputasi yang telah teruji, baik di tingkat nasional maupun internasional," ucap Ariono menutup pembicaraan.