News . 21/09/2026, 16:12 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menggelar sidak di Pasar Potrojayan, Madurejo, Prambanan, Kabupaten Sleman. Budi kaget mendapati Harga cabai rawit melambung tinggi menembus Rp 70 ribu per kilogram.
Kedatangan Budi di Pasar Potrojata merupakan kunjungan kerja untuk mengetahui langsung perkembangan Harga dan ketersediaan bahan pokok. Dalam kunker tersebut ia didampingi Bupati Sleman, Harda Kiswaya.
Keduanya menyusuri area pasar untuk memantau angka riil di tingkat pedagang sekaligus mendengar aspirasi langsung terkait kondisi harga pangan.
Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar kebutuhan pokok berada dalam batas normal. Pasokan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, bawang merah, hingga daging ayam terjual sesuai kisaran wajar.
Bawang merah berada pada kisaran harga Rp32.000 hingga Rp35.000 per kilogram, masih di bawah harga acuan Rp39.000 per kilogram. Telur ayam tercatat Rp26.000 per kilogram dan daging ayam bertahan di angka Rp38.000 per kilogram.
Kendati demikian, situasi berbeda terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai rawit menyentuh angka Rp70.000 per kilogram, jauh melampaui harga acuan sebesar Rp57.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai besar masih terkendali di angka Rp50.000 per kilogram.
Menanggapi lonjakan tersebut, Budi Santoso mengatakan penetapan Harga Eceran Tertinggi dirancang untuk menciptakan titik temu adil antara produsen dan konsumen. Pemerintah berupaya menjaga harga agar tidak merugikan petani akibat biaya produksi yang tinggi.
"Pemerintah berkomitmen menjaga harga agar tetap wajar, sebab harga yang terlalu rendah berisiko merugikan para petani maupun peternak akibat tingginya biaya produksi," ujar Budi, Senin 21 September 2026.
Sementara harga yang terlalu tinggi akan memberatkan masyarakat. Sehingga daya beli menjadi menurun.
"Sebaliknya, harga yang melonjak melebihi batas acuan tentu akan memberatkan daya beli masyarakat," sambungnya.
Oleh karena itu, lanjut Budi, keseimbangan harga menjadi kunci utama agar usaha para produsen dapat terus berjalan tanpa membebani konsumen.
Pemerintah pusat memberikan apresiasi atas sinergi bersama Pemkab Sleman dalam mempertahankan stabilitas pasokan. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk menjaga ketersediaan komoditas pangan yang aman serta mendukung iklim ekonomi daerah.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut baik peninjauan langsung dari Kementerian Perdagangan. Pemerintah kabupaten terus berfokus pada dinamika daya beli serta pengendalian inflasi daerah meskipun harga komoditas utama secara umum relatif terkendali.
Pemenuhan kebutuhan pokok harian masyarakat berjalan melalui penyediaan alternatif yang beragam. Langkah tersebut diambil agar daya beli warga di wilayah Sleman tetap terjaga secara berkelanjutan di tengah fluktuasi pasar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media