News . 23/09/2026, 15:09 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Penurunan dana transfer dari pemerintah pusat memaksa Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta memutar otak. Di tengah proyeksi anggaran yang menyusut, Pemda DIY mengandalkan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah untuk mengamankan program pembangunan dan pelayanan publik.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan penyesuaian Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2026 wajib berfokus pada kesinambungan program prioritas. Kebijakan ini diambil demi merespons dinamika fiskal tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat.
"Pemerintah Daerah akan menata kembali kebijakan pendapatan, belanja serta pembiayaan agar lebih selaras dengan kondisi aktual, kebutuhan prioritas serta capaian kinerja pembangunan daerah sampai dengan semester berjalan," kata Sri Sultan dalam Rapat Paripurna DPRD DIY di Gedung Kantor DPRD DIY, Selasa 22 September 2026.
Faktor utama penyesuaian anggaran ini bersumber dari merosotnya dana transfer pusat. Proyeksi awal yang menyentuh angka 3,24 triliun rupiah terpangkas menjadi 2,66 triliun rupiah.
Kondisi tersebut mencatatkan pengurangan sebesar 583,77 miliar rupiah atau setara 17,98 persen. Sebagai upaya menutup selisih anggaran, Pemda DIY menggenjot sektor Pendapatan Asli Daerah.
PAD DIY diproyeksi naik menjadi 1,86 triliun rupiah. Angka ini menunjukkan penambahan sebesar 55,88 miliar rupiah atau 3,09 persen dari target sebelumnya.
Perubahan struktur fiskal ini menuntut ketelitian dalam tata kelola keuangan daerah. Alokasi belanja diarahkan secara spesifik untuk mendanai program pendukung yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
"Kebijakan pembiayaan ditempuh dengan hati-hati, terukur dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan fiskal daerah serta kebutuhan pembiayaan sampai dengan akhir tahun," jelas Sri Sultan.
Pemerintah daerah memastikan setiap rupiah dari anggaran perubahan terserap secara efektif. Layanan publik dan program prioritas tetap berjalan di tengah tantangan fiskal tahun berjalan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media