News . 23/09/2026, 16:39 WIB

Gandeng BI dan Danais, Pemkab Sleman Luncurkan Koling dan Darling untuk Dongkrak Kopi Merapi

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id - Kopi lokal dari lereng Gunung Merapi kini hadir lebih dekat dengan para penikmatnya. Pemerintah Kabupaten Sleman resmi meluncurkan layanan Kopi Keliling dan Dua Roda Keliling untuk memperluas jangkauan pemasaran produk pertanian daerah.

Peluncuran armada khusus tersebut berlangsung di Museum Gunung Merapi, Selasa 22 Septemner 2026. Program ini lahir dari kolaborasi lintas sektor antara Pemkab Sleman, dukungan Dana Keistimewaan DIY, serta program tanggung jawab sosial dari Bank Indonesia DIY.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Liem Astuti, menerangkan

program ini menyasar penguatan pemasaran Kopi Nirmalagiri. Bantuan sarana usaha disalurkan langsung kepada kelompok tani dan koperasi agar mereka memiliki saluran distribusi yang mandiri.

"Sarana tersebut disalurkan kepada kelompok tani dan koperasi untuk dimanfaatkan sebagai sarana usaha sekaligus saluran pemasaran kopi lokal Merapi," jelas Liem Astuti.

Total nilai bantuan sarana usaha yang digelontorkan mencapai 599,76 juta rupiah. Rinciannya mencakup empat unit kendaraan roda tiga senilai 90 juta rupiah per unit dari Bank Indonesia, serta enam unit gerobak motor roda dua senilai 39,96 juta rupiah per unit yang bersumber dari Dana Keistimewaan.

Armada keliling ini tidak sekadar berfungsi sebagai alat berniaga di sentra keramaian dan kawasan wisata Merapi. Setiap kendaraan dirancang untuk membawa narasi autentik mengenai kerja keras para petani di balik secangkir kopi.

Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad, menekankan bahwa kehadiran armada keliling memiliki dimensi kultural yang kuat. Produk yang dijual membawa identitas serta peluh warga yang merawat tanaman di kawasan rawan bencana tersebut.

"Yang bergerak bukan hanya kendaraannya, tetapi juga cerita dari para petani yang menanamnya," sebut Noviar.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menambahkan, merek Nirmalagiri dibentuk untuk memperkuat identitas komoditas unggulan daerah. Pemerintah daerah ingin memastikan kesejahteraan petani ikut terangkat seiring naiknya popularitas kopi lokal.

“Kami ingin menjadikan kopi sebagai komoditas unggulan yang tidak hanya mengangkat ekonomi warga, tetapi juga memperkuat identitas daerah. Koling Merapi dan Darling Merapi adalah upaya kami untuk mendekatkan Kopi Merapi kepada konsumen, khususnya masyarakat dan wisatawan di kawasan Merapi,” ujar Danang.

Dukungan serupa disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo. Menurutnya, pemanfaatan kendaraan keliling membuktikan kapasitas adaptasi Kopi Nirmalagiri dalam menghadapi persaingan pasar yang kompetitif.

“Kami berharap tidak hanya berkembang dari segi usaha, tapi juga menjadi inspirasi bahwa dari lereng pegunungan lahir produk yang mampu mengharumkan DIY, bahkan Indonesia,” paparnya.

Rangkaian fasilitas baru ini diharapkan mampu mendongkrak omzet kelompok tani sekaligus merawat keberlanjutan rantai pasok kopi lokal di Sleman.

Wisatawan yang berkunjung ke kawasan Merapi kini memiliki akses lebih mudah untuk menikmati produk asli daerah secara langsung dari sumbernya.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com