Bayi Mungil Ditinggal di Depan Rumah Warga Selomartani, Polresta Sleman Turun Tangan!
Tas perlengkapan bayi yang ditemukan bersama sang bayi di depan rumah warga.foto:IG@merapi_uncover
jogja.fin.co.id - Warga Dusun Somosari, Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, mendadak gempar. Sesosok bayi perempuan yang diperkirakan baru berumur lima hari ditemukan tergeletak di atas kursi depan rumah warga pada Minggu 27 September 2026.
Informasi penemuan ini langsung menyebar luas setelah rekamannya viral di media sosial. Unggahan tersebut menampilkan foto bayi yang telah dievakuasi warga berdampingan dengan sebuah tas perlengkapan bayi.
"Ini tadi ada sekitar pukul 14:00 wib penemuan bayi di sebelah masjid somosari selomartani kalasan sleman jenis kelamin bayi cewe, meninggalkan secarik kertas bertuliskan tanggal lahir," tulis informasi di merapi_uncover.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengonfirmasi peristiwa tersebut saat dimintai keterangan.
Baca Juga
"Bayi itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga berinisial I yang berusia 61 tahun pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB," ujarnya.
Saksi awalnya mengira suara tangisan yang terdengar berasal dari anak tetangga sekitar. Namun, karena tangisan tak kunjung berhenti hingga setengah jam kemudian, saksi memutuskan keluar rumah untuk mencari sumber suara tersebut.
Pemeriksaan singkat menguak keberadaan seorang bayi perempuan di atas kursi teras rumah warga. Saksi langsung meminta pertolongan warga sekitar untuk mengevakuasi bayi tersebut ke Puskesmas Kalasan demi mendapat tindakan medis awal.
Aparat Polsek Kalasan langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan olah TKP dan memeriksa keterangan saksi-saksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, bayi tersebut memiliki panjang 48 sentimeter dengan berat badan 2,95 kilogram.
Pihak medis kemudian merujuk bayi itu ke RS Bhayangkara guna memperoleh perawatan intensif lebih lanjut.
Polisi kini mengerahkan sumber daya maksimal untuk memburu pelaku yang tega mennggalkan bayi tersebut di teras warga. Penyelidikan melibatkan penelusuran rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Baca Juga
Argo mengharapkan peran aktif masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.
Pihaknya juga meminta publik agar tidak menyebarkan informasi atau identitas yang belum terverifikasi demi menjaga privasi serta menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada penegak hukum.