Selasa, 29 September 2026
--°C --
-- · --
News

Estafet Kepedulian YPMJ, 22 Tahun Merawat Sesama Dari Tsunami Hingga Merapi

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
29/09/2026, 13:04 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Estafet Kepedulian YPMJ, 22 Tahun Merawat Sesama Dari Tsunami Hingga Merapi

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berjabat tangan dengan pengurus Yayasan Persaudaraan Masyarakat Jogja dalam acara pelantikan di Hotel Royal Ambarrukmo.Foto:IG

jogja.fin.co.id - Dua dekade lebih merajut solidaritas kemanusiaan bermula dari keprihatinan korban bencana. Yayasan Persaudaraan Masyarakat Jogja (YPMJ) kini memasuki babak baru kepengurusan untuk periode 2026-2030 dengan mengusung komitmen sosial yang tidak pernah luntur.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, melantik secara langsung jajaran pengurus baru YPMJ di Hotel Royal Ambarrukmo pada Senin 28 September 2026. Momentum estafet kepemimpinan ini menjadi pengingat agar yayasan yang merangkul puluhan pengusaha tersebut tetap konsisten memegang prinsip luhur kebudayaan Jawa.

Dalam arahannya, Sri Sultan menekankan bahwa esensi kehadiran manusia di dunia diukur dari seberapa besar kontribusinya bagi orang lain. Nilai tersebut sejalan dengan falsafah hidup migunani tumrap liyan.

“Ada satu ajaran hidup yang senantiasa saya pegang. Bahwa, hakikat keberadaan seseorang di dunia ini, diukur bukan dari seberapa besar yang ia kumpulkan bagi dirinya, melainkan seberapa banyak yang ia berikan bagi sesamanya. Prinsip itulah yang saya saksikan hidup dalam perjalanan YPMJ,” ujar Sri Sultan.

Perjalanan panjang YPMJ selama dua puluh dua tahun membuktikan bahwa kepedulian yang dirawat dengan kesungguhan mampu menaungi banyak jiwa. Regenerasi kepengurusan dipandang sebagai pertumbuhan cabang baru dari akar pohon yang sama, bukan sebuah pemutusan tradisi.

“Yayasan ini ada bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk menjadi jembatan antara mereka yang berkecukupan dan mereka yang membutuhkan uluran tangan,” tambahnya.

Yayasan ini lahir pada 2004 silam sebagai respons kolektif atas musibah tsunami di Aceh. Sebanyak 68 pengusaha tergerak menghimpun kekuatan finansial guna meringankan beban para pelajar dan mahasiswa perantauan yang kehilangan orang tua akibat bencana dahsyat tersebut.

Ketua Umum YPMJ Masa Bakti 2026-2030, Antonius Simon, mengenang kembali masa-masa awal pendirian yayasan. Bantuan biaya hidup disalurkan secara konsisten selama bertahun-tahun bagi mahasiswa terdampak agar pendidikan mereka tidak terhenti di tengah jalan.

“Saat itu, kami berhasil menghimpun bantuan untuk diberikan pada mahasiswa Aceh yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Banyak dari mereka harus kehilangan orang tua akibat bencana, lalu kami memberikan bantuan biaya hidup selama lima tahun waktu itu,” ungkap Antonius.

Jejak kepedulian YPMJ terus berlanjut ketika Yogyakarta dilanda gempa bumi besar pada 2006 serta erupsi Gunung Merapi pada 2010. Jaringan pengusaha ini selalu hadir di garda terdepan membantu pemulihan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan yang baru, YPMJ berkomitmen memperluas jangkauan sosial. Tantangan zaman yang kian dinamis dijawab melalui kelincahan organisasi tanpa meninggalkan fondasi utama ketulusan berbagi.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja