Rawan Kriminalitas dan Kecelakaan, Sleman Masih Kekurangan 83 Ribu Lampu Penerangan Jalan!
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Heri Kuntadi saat menyampaikan pemaparan materi program penerangan jalan.Foto:dok.diskominfoSleman
jogja.fin.co.id – Ancaman kejahatan jalanan dan kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sleman masih membayangi warga. Kondisi ini dipicu oleh banyaknya titik jalan raya hingga pemukiman yang belum tersentuh penerangan memadai.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi, A.P, M.T., mengungkapkan wilayahnya masih kekurangan 83.726 titik Alat Penerang Jalan (APJ).
Berdasarkan pendataan hingga 2026, kekurangan lampu jalan di jalur utama mencapai 10.766 unit. Rinciannya mencakup jalan kabupaten sebanyak 9.321 unit, jalan provinsi 873 unit, dan jalan nasional 572 unit.
Kondisi di area pemukiman warga jauh lebih besar. Dari estimasi kebutuhan 150.960 lampu di tingkat RT, ketersediaan di lapangan baru menyentuh angka 78 ribu unit.
Baca Juga
"Masih ada kekurangan sebanyak kurang lebih 72.960 APJ untuk kawasan pemukiman," ujar Heri dalam jumpa pers di Sleman, Selasa 13 Oktober 2026.
Kawasan Tanpa Lampu Jadi Prioritas Penanganan
Minimnya penerangan langsung berdampak pada keselamatan masyarakat. Lokasi yang tanpa lampu atau blank spot rawan menjadi tempat terjadinya aksi kejahatan dan tabrakan.
Dishub Sleman memprioritaskan pemasangan lampu baru pada titik-titik rawan tersebut. Pemetaan difokuskan pada jalur rawan kriminalitas, lokasi rawan kecelakaan, rute evakuasi bencana, serta pusat kegiatan ekonomi.
"Pembangunan APJ diutamakan pada ruas jalan yang masih banyak blank spot karena berpotensi meningkatkan kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas," kata Heri.
Untuk mempermudah pemetaan, pendataan lokasi kini terhubung dengan sistem geospasial berbasis aplikasi agar sebaran titik penerangan lebih merata.
Baca Juga
Alokasi Anggaran dan Penanganan Aduan
Pemerintah Kabupaten Sleman menaikkan alokasi anggaran penanganan lampu jalan secara bertahap. Nilai anggaran pembangunan APJ naik dari Rp19,1 miliar pada 2025 menjadi Rp21,6 miliar pada 2026, lalu diproyeksikan mencapai Rp30,6 miliar pada 2027.
Untuk pemeliharaan, anggaran tahun 2026 dialokasikan sebesar Rp6,7 miliar. Dana ini dipakai membiayai perbaikan jaringan, perbaikan tiang, serta penggantian lampu non-LED ke teknologi LED.
Di tingkat operasional, empat tim teknis dikerahkan setiap hari dari Senin sampai Minggu. Sepanjang Januari hingga September 2026, petugas telah memperbaiki 3.053 titik kerusakan lampu jalan.
Warga yang mendapati lampu padam atau kabel membahayakan diminta melapor via Hotline Dishub, Lapor Sleman, atau media sosial resmi dengan menyertakan foto dan koordinat lokasi.