News . 27/05/2026, 13:22 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Lapangan Denggung, Sleman, mendadak putih sejak pagi buta. Ribuan umat Muslim dari berbagai penjuru wilayah berbondong-bondong memadati area terbuka hijau tersebut dengan tertib dan khidmat. Mereka datang untuk menunaikan ibadah Salat Iduladha 1447 Hijriah, sebuah momen yang tidak hanya menjadi ritual ibadah, tetapi juga refleksi sosial bagi masyarakat setempat.
Di tengah saf jamaah, tampak hadir Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang datang memboyong keluarganya. Kehadiran orang nomor dua di Sleman ini membaur bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Sleman dan para tokoh masyarakat, memperlihatkan suasana kebersamaan yang kental.
Mimbar Iduladha kali ini diisi oleh Dr. Sabar Nurrohman, dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Dalam khutbahnya yang bertajuk “Belajar dari Ibrahim, Menyusun Batu Bata Kebangkitan Umat”, Sabar mengupas tuntas esensi pengorbanan dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS. Ia menegaskan bahwa sejarah tersebut bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan cetak biru dalam membangun fondasi peradaban yang kokoh di era modern.
"Tugas kita hari ini adalah melanjutkan kisah pengorbanan tersebut melalui kontribusi nyata di masyarakat, menjaga persatuan, dan meningkatkan kualitas diri demi kebangkitan umat," tegas Sabar di hadapan ribuan jamaah yang menyimak dengan takzim.
Esensi khutbah tersebut langsung diamini oleh Danang Maharsa. Usai pelaksanaan ibadah, Danang langsung melemparkan pesan kuat kepada warga Sleman. Ia menyoroti pentingnya momentum Iduladha sebagai pengingat untuk meruntuhkan ego pribadi demi kepentingan yang lebih besar, khususnya dalam konteks berbangsa dan bernegara. Jiwa rela berkorban yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dinilai sangat relevan untuk menghadapi tantangan daerah saat ini.
"Saya mengajak seluruh masyarakat Sleman untuk terus mempererat persatuan, bahu-membahu membangun daerah, dan meneladani pengorbanan mulia Nabi Ibrahim AS," ujar Danang.
Prosesi ibadah di ruang publik tersohor Sleman ini berjalan tanpa kendala berarti. Keheningan dan kekhusyukan tetap terjaga hingga seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama. Masyarakat yang hadir serempak mengamini untaian doa yang dipanjatkan, berharap kedamaian, kesejahteraan, serta kemakmuran senantiasa menaungi seluruh wilayah Kabupaten Sleman.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media