Sabtu, 06 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Teror Api di Rumah Seyegan, PLN Pastikan Bukan Berasal dari Korsleting Listrik

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
31/05/2026, 15:15 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Teror Api di Rumah Seyegan, PLN Pastikan Bukan Berasal dari Korsleting Listrik

PLN UP3 Sleman memastikan teror api misterius di Seyegan bukan karena korsleting.Foto:PLN

jogja.fin.co.id - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sleman memastikan bahwa fenomena kemunculan api misterius di kediaman warga Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, tidak bersumber dari kegagalan arus listrik. Hasil investigasi tim teknik di lapangan menegaskan tidak ada kebocoran instalasi maupun arus pendek yang memicu kebakaran berulang tersebut.

Manager PLN UP3 Sleman, Ririn Harwati, menyatakan bahwa pihaknya langsung menerjunkan Tim Teknik UP3 Sleman ke lokasi kejadian. Langkah ini mengemuka setelah peristiwa kebakaran yang melanda rumah Mutfiana secara beruntun menyita perhatian publik secara luas.

"Kami sudah memeriksa langsung ke lokasi kejadian dan tidak menemukan adanya kebocoran pada instalasi kelistrikan," ujar Ririn di Yogyakarta.

Ririn menambahkan, personel PLN menyisir seluruh titik jaringan kabel guna mengidentifikasi potensi kerusakan teknis yang mampu memercikkan api. Hasilnya menunjukkan bahwa infrastruktur kelistrikan di dalam maupun di luar bangunan dalam kondisi laik fungsi.

Advertisement

"Pemeriksaan lapangan membuktikan instalasi listrik rumah tersebut dalam keadaan baik. Tidak ada satu pun percikan api yang bersumber dari korsleting," kata Ririn menegaskan.

Guna memitigasi risiko lanjutan di area permukiman, PLN terus memperkuat jalinan koordinasi dengan lintas instansi dan otoritas setempat. Pihaknya bersiap siaga mengantisipasi segala potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan warga sekitar.

Rembesan Gas Metana Bawah Tanah

Guna mengungkap penyebab utama kebakaran yang menghanguskan perabot rumah tersebut, tim geolog dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM) turut menggelar investigasi komprehensif. Berdasarkan kronologi data, hunian milik Mutfiana mengalami kebakaran mendadak sebanyak 39 kali dalam rentang waktu yang relatif singkat.

Hasil analisis tim geologi mematahkan asumsi gangguan eksternal dan mengarah pada faktor alam murni. Para ahli mengidentifikasi adanya penumpukan senyawa gas metana atau CH4 yang merembes dari bawah permukaan tanah.

Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN "Veteran" Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. RM. Basuki Rahmad, memaparkan bahwa kandungan gas tersebut berasal dari lapisan tanah yang dulunya merupakan kawasan rawa. Tim peneliti menemukan pusat semburan gas pada area aliran sungai yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah korban.

Baca Juga

"Kami mendeteksi gelembung-gelembung udara yang terindikasi kuat sebagai gas metana tepat di bawah jembatan Jalan Nepen. Karakteristik batuan gelap di lokasi itu menunjukkan wilayah ini merupakan bekas rawa," ungkap Basuki saat mengobservasi lokasi.

Tim geolog juga mendeteksi adanya jalur rekahan atau patahan lokal di bawah permukaan tanah yang mengarah langsung ke kawasan rumah warga. Celah geologi inilah yang menjadi jalur migrasi bagi gas metana purba untuk merembes naik ke permukaan dan masuk ke dalam bangunan.

Meskipun jalur rembesan telah terbentuk, Basuki menyebut tekanan gas purba ini tergolong rendah sehingga tidak memiliki daya ledak yang membahayakan jiwa. Tim gabungan berencana menggelar pemantauan intensif selama satu bulan penuh untuk memastikan volume gas benar-benar menurun dan kondisi lingkungan kembali stabil.

Advertisement

Penumpukan Gas pada Perabot Rumah

Sementara itu, Dosen Departemen Teknik Geologi UGM, Dr. Sarju Winardi, memperkuat hasil temuan tersebut melalui pemindaian suhu udara menggunakan kamera termal. Alat sensor mendeteksi bahwa titik-titik lokasi kebakaran memiliki suhu yang jauh lebih tinggi daripada area sekitarnya akibat paparan gas.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja