Eksplore Jogja . 07/06/2026, 11:47 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Sleman, Yogyakarta, belum dapat memastikan tingkat okupansi hotel menjelang masa libur sekolah tahun ini. Perubahan pola wisatawan domestik yang cenderung melakukan pemesanan mendadak disebut menjadi salah satu penyebab belum terlihatnya gambaran tingkat hunian hotel.
Ketua BPC PHRI Sleman, Andhu Pakerti, mengatakan saat ini mayoritas wisatawan masih mengandalkan sistem last minute booking atau pemesanan mendekati jadwal keberangkatan.
“Saat ini memang sifat wisatawan domestik masih last minute. Jadi belum bisa bicara banyak terkait okupansi. Biasanya satu atau dua hari sebelum libur baru mulai terlihat pergerakannya,” ujar Andhu Pakerti, Minggu 7 Juni 2026.
Kondisi tersebut membuat pelaku industri perhotelan di Sleman belum dapat memperkirakan secara akurat tingkat keterisian kamar selama musim libur sekolah.
Tak hanya perubahan perilaku wisatawan, sektor perhotelan juga menghadapi tantangan dari meningkatnya jumlah akomodasi nonformal yang belum terintegrasi dengan sistem pemesanan resmi atau non-bridging.
Menurut Andhu, keberadaan vila, guest house, hingga rumah kos yang beralih fungsi menjadi penginapan harian turut memengaruhi persaingan tingkat hunian hotel.
“Banyak akomodasi yang sifatnya vila maupun guest house, bahkan kos-kosan yang berubah fungsi menjadi harian. Hal ini menyebabkan fluktuasi dan berdampak pada okupansi hotel dibandingkan periode sebelumnya,” katanya.
Meski menghadapi tantangan tersebut, PHRI Sleman tetap optimistis menyambut momentum libur sekolah yang berlangsung cukup panjang tahun ini.
Sebagai upaya menarik minat wisatawan, PHRI Sleman bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman berencana menggelar promosi wisata di Jakarta pada 23 hingga 26 Juni mendatang.
Melalui kegiatan tersebut, berbagai destinasi unggulan dan potensi wisata di Kabupaten Sleman akan diperkenalkan kepada masyarakat guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Kami ingin kembali menyampaikan bahwa potensi pariwisata di Sleman sangat menjanjikan dan layak menjadi pilihan utama destinasi liburan sekolah,” ujar Andhu.
Pelaku industri perhotelan berharap berbagai upaya promosi tersebut mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus berdampak positif terhadap tingkat okupansi hotel di Sleman selama musim liburan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media