News . 30/07/2026, 19:53 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Musim kemarau tahun ini menghantam Kabupaten Gunungkidul lebih awal dengan durasi yang lebih panjang. Kondisi tersebut memicu kekeringan di sejumlah wilayah hingga mengganggu pasokan air bersih, debit PDAM, dan lahan pertanian warga.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bergerak cepat mengucurkan anggaran darurat. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan jajarannya wajib merespons krisis air dengan cepat di seluruh titik rawan.
Endah menyebutkan dana penyaluran air bersih (dropping) sudah disiapkan lewat anggaran kapanewon, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Belanja Tidak Terduga (BTT). Ia meminta proses birokrasi tidak memperlambat bantuan di lapangan.
"Jadi anggaran untuk dropping air bersih itu kami cantolkan di kecamatan atau kapanewon, Badan Penanggulangan Bencana, dan kami ada BTT juga," kata Endah di Kompleks Kepatihan Jogja, Kamis, 30 Juli 2026.
Ia menekankan pentingnya respons cepat dari aparatur daerah.
"Jadi jangan sampai pemerintah kalah duluan dengan pihak-pihak lain dalam menangani kekeringan ini," terangnya.
Pemkab Gunungkidul memperpanjang status kebencanaan agar alokasi dana darurat terus bergulir. Anggaran di BPBD mencapai hampir Rp500 juta, sementara tiap kapanewon rawan menyiapkan alokasi distribusi lebih dari 100 tangki air.
Sejumlah wilayah seperti Kapanewon Ponjong, Panggang, dan Saptosari masing-masing telah menerima pasokan lebih dari 50 tangki air. Pihak ketiadaan potensi kekeringan seperti Kapanewon Semin tidak mengoperasikan anggaran tersebut.
Untuk memaksimalkan pendistribusian, Pemkab menggandeng Baznas guna menyediakan tangki penampungan air berkapasitas 5.000 liter di lokasi rawan. Fasilitas ini memudahkan warga yang tidak memiliki wadah penyimpanan pribadi.
"Supaya warga yang tidak punya penampungan itu bisa mengakses untuk tidak perlu mencari sumber-sumber air yang wilayahnya sangat sulit," katanya.
Endah memastikan kemampuan fiskal daerah masih sangat mencukupi untuk menopang kebutuhan air bersih warga selama masa kemarau.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media