Eksplore Jogja . 13/07/2026, 15:27 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar upacara adat jamasan pusaka Tombak Kyai Turunsih, Senin 13 Juli 2026. Prosesi sakral bertempat di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman. Kegiatan tahunan ini bertujuan menyucikan dan merawat aset pusaka milik daerah.
Abdi Dalem Keraton Yogyakarta memimpin langsung pembersihan senjata tradisional tersebut. Tombak Kyai Turunsih merupakan pusaka resmi Pemkab Sleman. Sri Sultan Hamengkubuwono X memberikan tombak ini sebagai hadiah Hari Jadi ke-83 Kabupaten Sleman pada 15 Mei 1999 silam.
Agenda budaya ini rutin bergulir setiap bulan Suro dalam kalender Jawa, atau bulan Muharam dalam penanggalan Islam. Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa hadir menyaksikan prosesi bersama jajaran pejabat setempat.
Pusaka Tombak Kyai Turunsih memiliki pamor Beras Wutah. Secara filosofis, pamor Beras Wutah menegaskan status Kabupaten Sleman sebagai lumbung beras Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Simbol ini mengingatkan semua pihak untuk senantiasa menjaga nilai-nilai agraris di wilayah tersebut.
Selain pamor, nama Turunsih juga membawa pesan mendalam. Arti kata Turunsih adalah turunnya rasa kasih sayang. Identitas ini menjadi simbol welas asih. Makna tersebut berlaku bagi pemimpin dan masyarakat agar selalu mengedepankan rasa cinta sesama dalam kehidupan sehari-hari.
Danang Maharsa menjelaskan, ritual ini menjadi upaya nyata melestarikan warisan budaya takbenda. Baginya, Tombak Kyai Turunsih melambangkan berkah sekaligus pengayoman bagi seluruh warga Sleman.
"Terima kasih kepada para abdi dalem dan semua pihak yang membantu pelaksanaan jamasan pusaka ini," ujar Danang.
Ia berharap seluruh elemen pemerintahan mendapatkan kesehatan dan kelancaran dalam bekerja. Pemerintah daerah berkomitmen terus menjalankan ketugasan demi menyeberahkan masyarakat Kabupaten Sleman.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media