Edukasi . 16/07/2026, 15:53 WIB

Wali Kota Jogja Tolak Regrouping SD Negeri Minim Murid, Ini Alasannya

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id - Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan penggabungan atau regrouping sekolah dasar (SD) negeri bukan jawaban atas fenomena minimnya siswa baru. Pemerintah daerah berkomitmen mempertahankan akses pendidikan gratis daripada menutup fasilitas yang sudah ada.

Saat ini sejumlah SD negeri di Kota Yogyakarta kesulitan memenuhi kuota peserta didik. Menanggapi kondisi itu, Hasto meminta para tenaga pendidik meningkatkan kualitas layanan agar mampu bersaing menarik minat masyarakat.

Hasto menyatakan penutupan sekolah mencederai pemenuhan hak belajar warga.

"Semangat kita jangan sampai melakukan regrouping. Saya kerap mengingatkan guru dan kepala sekolah untuk berkompetisi menjadi lembaga pendidikan yang baik," ujar Hasto di Yogyakarta, Rabu 15 Juli 2026.

Kebijakan regrouping dinilai bertolak belakang dengan upaya pemerintah menyediakan sekolah yang terjangkau. Keberadaan SD negeri sangat krusial bagi keluarga yang menghadapi kendala finansial.

Hasto merasa prihatin jika opsi penutupan sekolah menjadi jalan pintas. Menurut dia, keluhan mengenai mahalnya biaya pendidikan masih sering terdengar dari para orang tua.

Pemerintah kota berambisi menyediakan fasilitas belajar gratis sebanyak mungkin untuk meringankan beban masyarakat.

"Kenyataannya banyak orang tua mengeluhkan biaya sekolah yang mahal. Kami ingin menghadirkan sekolah gratis tanpa biaya," kata Hasto.

Pemerintah Kota Yogyakarta juga mengakui belum bisa merealisasikan program Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat karena keterbatasan lahan.

Daya tarik SD negeri yang minim menjadi rapor merah bagi pengelolaan pendidikan dasar setempat. Kondisi ini kontras dengan tingkat keterisian SMP negeri yang selalu dipadati pendaftar setiap tahun.

Baca Juga

Hasto menilai manajemen tingkat SMP terbukti berhasil menarik minat publik secara luas. Sebaliknya, tata kelola tingkat SD dirasa masih memerlukan banyak perbaikan.

Karena itu, Hasto mengibau Kepala sekolah dan jajaran guru tidak menyerah dengan situasi ini. Pihak sekolah didorong melahirkan inovasi baru agar kembali dilirik oleh calon wali murid.

"Manajemen tingkat SD harus ditingkatkan lagi," imbau Hasto.

Data Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta menunjukkan keterisian bangku SD negeri tahun ini menyentuh angka 79 persen dari total daya tampung sekitar 3.700 kursi.

Penurunan ini dipicu oleh menyusutnya populasi anak usia sekolah serta perpindahan domisili warga ke wilayah penyangga seperti Sleman dan Bantul.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com