Peta Kekeringan Gunungkidul, Ratusan Tangki Air Bersih Mendarat di Wilayah Rawan
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih,.Foto:IG
jogja.fin.co.id - Musim kemarau tahun ini datang lebih cepat dan berlangsung lebih panjang. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai memetakan titik-titik rawan kekeringan sekaligus mempercepat pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
Beberapa kapanewon yang menjadi fokus penyaluran air antara lain Ponjong, Panggang, Saptosari, Rongkop, Tepus, dan Paliyan. Wilayah-wilayah ini mulai menerima puluhan hingga ratusan tangki air bersih.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyebut penanganan di lapangan sudah berjalan melalui koordinasi bersama Forkopimda, panewu, BPBD, hingga kepolisian dan TNI.
"Hari ini beberapa panewu sudah melaporkan, bahkan Pak Kapolres juga sudah memberikan laporan bahwa Kapolsek dan Koramil, Panewu ini sudah mulai mengidentifikasi titik-titik rawan dengan di-dropping air bersih," kata Endah di Kompleks Kepatihan Jogja, Kamis 30 Juli 2026.
Baca Juga
Data laporan dari tingkat kecamatan menunjukkan pergerakan armada tangki air di beberapa titik rawan. Kapanewon Ponjong tercatat sudah menerima puluhan armada bantuan.
"Ponjong ini tadi Ibu Panewu sudah melaporkan sudah dropping 50 tangki. Kemudian di Panggang, Saptosari juga sudah lebih dari 50 tangki," ungkap Endah.
Sebaliknya, beberapa kapanewon seperti Semin belum memanfaatkan alokasi bantuan air karena kondisinya masih relatif aman.
Rata-rata setiap kapanewon yang berpotensi terdampak telah mengalokasikan anggaran untuk mendistribusikan lebih dari 100 tangki air sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.
Pemkab Gunungkidul memastikan ketersediaan dana penanganan bencana masih mencukupi. Sumber pembiayaan tidak hanya mengandalkan anggaran BPBD, tetapi juga anggaran kapanewon dan Belanja Tidak Terduga (BTT).
Status kebencanaan yang ditetapkan sebelumnya akan diperpanjang agar pemanfaatan anggaran tidak terhambat.
Baca Juga
- Ratusan Bentor Datangi Dishub DIY, Minta Akses di Jalur Pedestrian Malioboro
- Tak Mau Kalah Cepat, Pemkab Gunungkidul Kucurkan Dana Darurat Tangani Kekeringan
"Anggaran untuk dropping air bersih itu kami cantolkan di kecamatan atau kapanewon, Badan Penanggulangan Bencana, dan kami ada BTT juga. Jadi jangan sampai pemerintah kalah duluan dengan pihak-pihak lain dalam menangani kekeringan ini," jelasnya.
Anggaran khusus penanganan kekeringan di BPBD Gunungkidul mencatatkan angka hampir Rp 500 juta. Selain itu, pemkab bermitra dengan Baznas untuk menyediakan fasilitas penampungan air berkapasitas 5.000 liter di titik-titik rawan.
"Di titik-titik tertentu ada 5.000 liter penampungan air sehingga nanti dropping-nya di penampungan itu. Supaya warga yang tidak punya penampungan bisa mengakses tanpa perlu mencari sumber air yang wilayahnya sangat sulit," ujar Endah.
Dampak kemarau kali ini terpantau lebih berat dibanding tahun sebelumnya. Kesulitan air bersih mulai memengaruhi pasokan PDAM dan sektor pertanian warga. Meski demikian, Pemkab Gunungkidul menjamin kemampuan fiskal daerah masih kuat untuk menopang kebutuhan distribusi air bersih hingga masa kekeringan usai.