Senin, 14 September 2026
--°C --
-- · --
News

Terpilih Ketiga Kalinya Pimpin PMI DIY GBPH Prabukusumo Siap Hadapi Ancaman Bencana Jogja

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
14/09/2026, 14:55 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Terpilih Ketiga Kalinya Pimpin PMI DIY GBPH Prabukusumo Siap Hadapi Ancaman Bencana Jogja

Ketua Umum PMI Muhammad Jusuf Kalla melantik pengurus PMI DIY di Bangsal Kepatihan Yogyakarta.Foto:dok.pmidiy

jogja.fin.co.id - GBPH Prabukusumo resmi kembali menakhodai Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta untuk periode ketiga. Kepercayaan ini diemban di tengah tuntutan penguatan mitigasi mengingat kompleksitas kerawanan wilayah yang dihadapi Yogyakarta.

Pelantikan jajaran Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI DIY masa bakti 2026=2031 tersebut berlangsung di Bangsal Kepatihan, Kompleks Pemda DIY dipimpin langsung oleh Ketua Umum PMI Pusat, Muhammad Jusuf Kalla.

Dalam arahannya, Jusuf Kalla berpesan agar jajaran pengurus yang baru dilantik mendedikasikan diri secara maksimal. Tugas kemanusiaan di dalam tubuh PMI harus dijalankan sebagai bentuk pengabdian nyata kepada bangsa dan negara.

"PMI mengatur dan mengoordinasikan bagaimana kerja sama untuk menolong korban, berada di tengah antara masyarakat yang akan membantu dan masyarakat yang akan dibantu. PMI berada di tengah, menerima dan menyalurkan bantuan dari masyarakat dan perusahaan-perusahaan kepada masyarakat yang membutuhkan," ujar Jusuf Kalla, Minggu 13 September 2026.

JK menekankan orientasi kerja organisasi harus menempatkan aspek mitigasi sebagai prioritas utama. Prinsip dasar kemanusiaan menggarisbawahi bahwa upaya pencegahan memiliki arti penting untuk menekan risiko sebelum dampak terburuk terjadi.

Sebagai langkah konkret, PMI didorong aktif bersinergi bersama pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Program penghijauan menjadi instrumen penting untuk mencegah bencana ekologis seperti banjir dan tanah longsor yang membutuhkan partisipasi luas dari masyarakat.

"PMI berprinsip mencegah lebih baik daripada menangani, PMI tidak hanya menyelesaikan bencana namun juga mencegah bencana. PMI bersama dengan pemerintah melaksanakan penghijauan untuk mencegah bencana yang disebabkan oleh lingkungan seperti banjir dan tanah longsor dan hal ini membutuhkan partisipasi masyarakat," paparnya.

Senada dengan Jusuf Kalla, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Setda DIY, Aria Nugrahadi, yang membacakan sambutan Gubernur DIY, mengingatkan pentingnya kecepatan respons di lapangan. Karakteristik wilayah Yogyakarta yang berdampingan dengan aktivitas vulkanik, gempa bumi, hingga cuaca ekstrem menuntut kesiapsiagaan tingkat tinggi.

"Kita hidup berdampingan dengan berbagai risiko, mulai dari aktivitas vulkanik, gempa bumi, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga berbagai kedaruratan kesehatan dan sosial. Karena itu, kepengurusan PMI DIY masa bakti 2026 sampai 2031 hendaknya semakin kuat dalam kemampuan mengantisipasi," ujar Aria.

Sementara itu, GBPH Prabukusumo menyatakan rasa syukur dan penghormatan atas amanah yang kembali dipercayakan kepadanya. Kepercayaan memimpin untuk ketiga kalinya menjadi dorongan kuat untuk memperluas jangkauan kerja-kerja kemanusiaan di Yogyakarta.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja