Sport . 18/08/2026, 20:19 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Status Sleman sebagai lumbung atlet berprestasi membuat deretan nama potensialnya kerap menjadi sasaran pembajakan daerah lain. Salah satu yang sempat dilirik adalah pecatur muda bertalenta internasional, Shafira Devi Herfesa.
Dara kelahiran Sleman, 13 Desember 2008 tersebut sempat mendapat iming-iming dana transfer Rp150 juta per tahun serta gaji bulanan Rp6 juta dari Provinsi Papua agar bersedia pindah membela daerah tersebut.
"Sleman memang paling kompetitif di DIY, makanya atlet kita sering dilirik. Ada atlet master internasional yang sempat diiming-imingi Rp150 juta per tahun dan bulanan Rp6 juta oleh Papua, tetapi akhirnya bisa kita pertahankan," ujar Ketua KONI Sleman Haris Sutarto saat jumpa pers di Sleman, Selasa (18/8/2026).
Prestasi Mentereng Shafira Devi Herfesa
Keputusan KONI Sleman mempertahankan Shafira bukan tanpa alasan. Pecatur yang aktif menekuni dunia catur sejak kecil ini memiliki rekam jejak prestasi di tingkat dunia.
Nama Shafira melambung saat mencetak sejarah menjuarai kualifikasi Asian Zone 3.3 Chess Championship 2025 di Ulaanbaatar, Mongolia untuk kategori putri. Kemenangan tersebut sekaligus menyegel tiket menuju ajang bergengsi Piala Dunia Catur.
Raihan positif itu juga mengantarkan Shafira meraih gelar Woman International Master (WIM) serta lonjakan rating Elo yang signifikan. Di level nasional, ia menembus Tim Olimpiade Catur Indonesia usai menduduki peringkat pertama dalam seleksi nasional. Jejak prestasinya kini disusul sang adik yang masuk dalam jajaran Pelatnas Catur.
Ancaman kepindahan atlet berprestasi menjadi tantangan nyata bagi KONI Sleman dalam menjaga kestabilan kontingen. Kehadiran figur seperti Shafira sangat dibutuhkan untuk mengamankan target juara umum Porda DIY XVIII 2027 di Kulon Progo.
Haris menilai dinamika godaan materi dari luar daerah merupakan penanda kualitas pembinaan atlet di Sleman berjalan baik. Namun, pengurus cabang olahraga bersama orang tua tetap perlu membina mental serta motivasi para atlet muda secara konsisten.
Sleman saat ini mengoordinasikan 53 cabang olahraga binaan. Pemerintah daerah mengupayakan skema apresiasi dan jaminan perlindungan agar para atlet terbaik tetap bertahan membela daerah asalnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media