News . 21/08/2026, 23:15 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Sleman bersiap membentuk Komisi Film Daerah. Lembaga ini dirancang menjadi wadah fasilitasi dan kolaborasi untuk mempermudah perizinan, lokasi syuting, serta masuknya investasi perfilman di wilayah Sleman.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyatakan susunan personil Komisi Film Daerah sedang difinalisasi dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
"Rencana membuat Komisi Film Daerah sudah jalan, saya memastikan siapa saja personnya. InsyaAllah dalam waktu dekat ini akan saya putuskan, Agustus ini selesai," ujar Harda dalam jumpa pers di Sleman, Jumat 21 Agustus 2026.
Harda menjelaskan, instrumen ini bertugas memastikan seluruh program industri kreatif berjalan sesuai arah yang ditetapkan. Komisi Film Daerah akan diisi oleh para praktisi yang memahami seluk-beluk industri sinematografi.
"Tempat diskusi antara pemerintah dan rekan-rekan yang tahu film, sehingga arah Sleman Kota Film betul-betul terkontrol. Unsurnya dari praktisi," kata Harda.
Sekretaris Daerah Sleman Abu Bakar menambahkan, pembentukan komisi ini melibatkan sejumlah tokoh papan atas industri film nasional serta akademisi. Nama-nama seperti Garin Nugroho, Hanung Bramantyo, hingga Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta Prof. Dr. Mohammad Suyanto masuk dalam deretan figur yang diajak berkolaborasi.
Pembentukan Komisi Film Daerah menjadi bagian dari persiapan Sleman yang telah lolos seleksi nasional tahap II pengusulan nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 subsektor film.
Sleman mencatatkan potensi ekonomi kreatif bernilai tinggi. Proyek animasi Ajisaka mencatatkan potensi nilai ekspor 15 hingga 30 juta USD pada 2026. Sementara itu, investasi film asal Hollywood bertajuk Golden Snail juga masuk ke Sleman dengan estimasi nilai 15 hingga 30 juta USD.
Ekosistem pendukung di Sleman tergolong lengkap. Wilayah ini memiliki Studio Alam Gamplong, Sleman Creative Space di Condongcatur yang akan direvitalisasi menjadi Sleman Creative Park, hingga kawasan terpadu Taman Budaya Sleman. Sleman juga menjadi tuan rumah ajang tahunan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) dan JAFF Market.
Sektor SDM turut diperkuat lewat Program Sleman Pintar. Pemkab Sleman menyalurkan anggaran lebih dari Rp13,5 miliar untuk mendidik hampir 500 lulusan SLTA, khususnya dari keluarga kurang mampu, di bidang film dan animasi.
Melalui pembentukan Komisi Film Daerah dan penguatan infrastruktur ini, Pemkab Sleman menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari sektor ekonomi kreatif.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media