Jangan Menyerah Stigma 'Sakit Tua', Siapa Sangka Natrium Ibu Bisa Lenyap Karena Obat Hipertensi
Dokumentasi pribadi: Momen saat perawat melakukan pengambilan sampel darah Ibu untuk pemeriksaan kadar elektrolit (natrium) di tengah kondisi fisik yang terus menurun.
Dokter endokrin tersebut menyimak seluruh rekam medis ibu dari awal hingga akhir dengan penuh kesabaran.
Kata-kata pertamanya sangat menenangkan ibu saya. "Ibu tidak menderita penyakit aneh-aneh, apalagi 'sakit tua'. Tubuh Ibu sebenarnya sehat," ujar sang dokter.
Kita hanya perlu mencari tahu ke mana natrium Ibu pergi. Dokter lalu meneliti daftar obat-obatan rutin yang dikonsumsi ibu selama bertahun-tahun untuk mengontrol tekanan darah (hipertensi).
Dari sanalah benang merah misteri ini akhirnya terkuak secara benderang. Ternyata, selama ini Ibu mengonsumsi obat darah tinggi yang mengandung zat aktif diuretik (peluruh kencing).
Baca Juga
Obat diuretik bekerja menurunkan tekanan darah dengan cara membuang kelebihan cairan dan garam dari dalam tubuh melalui urine.
Pada sebagian besar orang tua/lansia, fungsi ginjal dan mekanisme homeostasis tubuh sudah tidak selincah anak muda.
Penggunaan obat diuretik dalam jangka panjang tanpa pemantauan berkala terhadap kadar elektrolit darah dapat menyebabkan tubuh lansia "kebablasan" membuang natrium.
Seketika itu juga, dokter endokrin menghentikan pengobatan hipertensi jenis diuretik tersebut dan menggantinya dengan rejimen obat darah tinggi jenis lain yang aman bagi elektrolit.
Hasilnya? Sejak obat diuretik itu dihentikan, kadar natrium darah ibu stabil dengan sendirinya secara alami. Tanpa perlu infus NaCl lagi, tanpa perlu obat mahal, dan tanpa perlu rawat inap berulang kali.
Ibu saya kembali sehat walafiat, aktif beraktivitas, dan ceria menjalani harinya hingga saat ini.
Baca Juga
Jangan Biarkan Orang Tua Kita "Kalah" oleh Label Sakit Tua
Pengalaman emosional mendampingi ibu mengajarkan sebuah pelajaran berharga yang sangat mahal bagi saya dan keluarga.
Betapa banyaknya lansia di sekeliling kita yang mungkin bernasib sama. Mereka terbaring lemas, hilang nafsu makan, linglung, atau bicaranya pelo, lalu keluarga dengan mudah menyerah dan menyimpulkan: "Ya, namanya juga sudah tua."
Padahal, bisa jadi mereka hanya mengalami gangguan elektrolit sederhana seperti Hiponatremia, kondisi yang sangat mudah dikoreksi medis jika terdeteksi sejak dini.
Ancamannya nyata. Berdasarkan studi medis, hiponatremia adalah salah satu bentuk gangguan elektrolit paling umum yang dijumpai pada pasien lansia.