Sport . 30/08/2026, 14:34 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - PSIM Yogyakarta merilis jersey dan memperkenalkan skuad resmi untuk mengarungi BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu 29 Agustus 2026 malam WIB. Di balik kehadiran Adidas sebagai penyedia seragam resmi, ada ketegasan manajemen mempertahankan identitas lokal.
Direktur Utama PSIM Liana Tasno mengungkapkan, hadirnya motif batik Parang di bagian depan jersey merupakan syarat mutlak dalam negosiasi bersama pihak apparel. Menurutnya, corak tersebut merupakan bagian dari kultur klub yang wajib terpasang.
"Kami sudah mempelajari budaya PSIM itu sendiri. Batik Parang memang sangat perlu diimplementasikan di dalam jersey PSIM. Makanya, saya benar-benar berjuang keras ke Adidas untuk mewujudkannya," kata Liana.
Liana menekankan pentingnya keseimbangan antara citra merek global dan identitas kebanggaan masyarakat Yogyakarta.
"Saya tidak peduli bagaimana caranya, kalau mau bekerjasama dengan PSIM, harus ada batik Parang-nya. Tiga garis Adidas identik dengan merek tersebut, sementara batik Parang identik dengan PSIM. Itulah mengapa kami sengaja menempatkannya di sana," tutur wanita berusia 43 tahun tersebut.
Manajemen Laskar Mataram menyepakati kerja sama dengan penyedia apparel asal Jerman ini untuk durasi satu musim. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebelum memutuskan kelanjutan kemitraan.
"Baru satu musim. Kami ingin melihat bagaimana koordinasi, pelaksanaan, dan aspek lainnya, termasuk ukuran jersey. Jika semuanya berjalan baik, kami akan membahas kelanjutan untuk musim depan," ujar Liana.
Kostum kandang PSIM musim ini dibalut warna biru berhias batik Parang. Seragam tandang mengusung warna putih, sedangkan jersey ketiga menggunakan warna kuning.
Peluncuran jersey dan tim dimeriahkan laga uji coba melawan Deltras FC. PSIM mengamankan kemenangan 2-0 lewat borongan dua gol Ezequiel Vidal.
Usai laga, manajemen memperkenalkan 26 pemain kepada suporter. Komposisi pemain asing diisi Franco Ramos (Argentina), Yusaku Yamadera (Jepang), Jop van der Avert (Belanda), dan Ondrej Rudzan (Republik Ceko). Skuad lokal diperkuat Rendra Teddy, Alwi Fadilah, serta Raka Cahyana Rizky.
Acara ditutup dengan tradisi menyanyikan lagu "Aku Yakin Dengan Kamu". Para pemain, staf pelatih, dan suporter melingkar di tengah lapangan Stadion Sultan Agung.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media