News . 06/09/2026, 15:47 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Praktik kejahatan siber memanfaatkan rekayasa teknologi artificial intelligence (AI) menyasar figur publik di Yogyakarta.
Sebuah rekaman video buatan AI beredar di masyarakat dengan menampilkan wujud dan suara Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Dalam tayangan tersebut, sosok rekayasa Sultan seolah-olah mempromosikan layanan dan menawarkan imbalan uang tunai kepada nasabah bank tertentu.
"Panggilan yang akan anda terima, sebentar lagi akan membawa Rp2 juta, ke akun anda, jika anda nasabah Bank Central Asia, Bank Mandiri, atau Bank Rakyat Indonesia," bunyi narasi dalam video rekayasa AI tersebut dilihat Minggu 6 September 2026.
Merespons beredarnya rekaman manipulatif itu, Humas Pemda DIY langsung mengeluarkan pernyataan resmi.
"Humas Pemda DIY menyatakan video tersebut 100% merupakan HOAKS yang dibuat menggunakan teknologi AI," tegas pihak Humas Pemda DIY.
Pihak Pemda DIY mengidentifikasi pembuatan konten manipulasi AI tersebut bertujuan menjebak masyarakat ke dalam aktivitas ilegal.
"Konten seperti ini biasanya dibuat dan dimanfaatkan untuk mengelabui masyarakat, termasuk mengarahkan ke layanan yang terindikasi penipuan atau aktivitas ilegal, seperti pencurian data atau uang," jelas Humas Pemda DIY.
Pemerintah Daerah menegaskan tidak pernah menyebarkan promosi berhadiah uang atau mengarahkan warga ke tautan yang tidak jelas.
"Perlu Sedulur ketahui, Gubernur DIY maupun Pemda DIY tidak pernah mempromosikan layanan penipuan, perjudian, maupun bentuk scam lainnya," lanjut pernyataan tersebut.
Maraknya pemalsuan identitas pejabat publik berbasis AI membuat masyarakat diminta lebih jeli saat menerima informasi di media sosial.
"Untuk itu, Sedulur diimbau untuk senantiasa waspada dan berhati-hati. Jangan langsung percaya akan segala konten yang beredar, apalagi asal klik tautan yang dicantumkan," tulis Humas Pemda DIY.
Masyarakat disarankan selalu memverifikasi ulang setiap tayangan ke saluran komunikasi resmi milik pemerintah daerah agar terhindar dari modus kejahatan digital.
"Selalu pastikan informasi dari kanal resmi Pemda DIY dan lebih waspada terhadap konten yang memanfaatkan teknologi AI untuk meniru tokoh publik. Jangan sampai kita menjadi korban penipuan! Saring sebelum sharing. Cek sebelum klik," imbau Humas Pemda DIY.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media