Kamis, 01 Oktober 2026
--°C --
-- · --
News

DIY Bebas Rabies, Mobilitas Hewan dari Luar Daerah Harus Dipantau

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
30/09/2026, 16:15 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
DIY Bebas Rabies, Mobilitas Hewan dari Luar Daerah Harus Dipantau

Vaksinasi rabies gratis untuk anjing dan kucing dalam kegiatan Hari Rabies Internasional di Sleman.Foto:dok.diskominfosleman

jogja.fin.co.id - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan wilayah bebas rabies masih dipertahankan. Namun, mobilitas hewan dari luar daerah membuat kewaspadaan terhadap penyakit tersebut tetap diperlukan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat menghadiri vaksinasi rabies gratis di halaman Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Rabu 30 September 2026.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Rabies Internasional sekaligus bagian dari Pekan Vaksinasi Rabies. Sebanyak 340 pemilik hewan mendaftarkan hewan peliharaannya untuk mendapat vaksinasi.

Dari jumlah tersebut, sekitar 40 ekor merupakan anjing, selebihnya kucing.

Danang mengatakan status bebas rabies tidak boleh membuat masyarakat mengabaikan potensi penularan. Mobilitas hewan dari luar daerah menjadi salah satu faktor yang tetap perlu diperhatikan.

“Daerah bebas rabies bukan berarti daerah yang bebas dari kewaspadaan terhadap rabies,” tegas Danang.

Menurutnya, upaya mempertahankan status bebas rabies tidak hanya berkaitan dengan vaksinasi hewan.

Pemilik hewan juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan anjing maupun kucing yang dipelihara tetap sehat dan tidak membahayakan lingkungan.

“Kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar vaksinasi hewan peliharaan. Di dalamnya terdapat pesan penting mengenai kesehatan, keselamatan masyarakat, kesejahteraan hewan, kepedulian lingkungan, serta tanggung jawab kita sebagai manusia terhadap makhluk hidup di sekitar kita,” ujar Danang.

Pemkab Sleman terus mendorong kekebalan kelompok (herd immunity) pada populasi hewan yang rentan terhadap rabies. Pemberian vaksin secara berkala menjadi bagian dari upaya tersebut, disertai penguatan surveilans.

Masyarakat juga diminta memahami penanganan awal jika terjadi gigitan atau cakaran dari hewan yang berpotensi menularkan rabies.

Rabies menular melalui air liur hewan yang terinfeksi. Penyakit tersebut dapat berdampak pada kesehatan manusia sehingga pencegahannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Pendekatan One Health diterapkan dengan mengintegrasikan aspek kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Pemerintah, tenaga medis, dokter hewan, akademisi, komunitas, dunia usaha, hingga pemilik hewan memiliki peran dalam pencegahan.

Kepala DP3 Kabupaten Sleman Liem Astuti mengatakan status DIY sebagai wilayah bebas rabies perlu dipertahankan melalui pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Oleh karena itu, DP3 Kabupaten Sleman melalui UPTD Pelayanan Kesehatan Hewan menyelenggarakan vaksinasi rabies gratis ini. Tak hanya vaksinasi, acara ini juga diisi dengan ruang edukasi dan rekreasi,” kata Liem.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
FIN BIro Jogja