Diserahkan Langsung Sultan HB X, Sleman Sukses Raih Peringkat 1 Jamsostek Award 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyerahkan trofi Jamsostek Award 2026 kepada Bupati Sleman Harda Kiswaya di Gedhong Pracimasana.Foto: dok.diskominfosleman
jogja.fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Sleman tampil mendominasi dengan memborong empat gelar prestasi sekaligus dalam ajang Jamsostek Award 2026 Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Bupati Sleman Harda Kiswaya di Gedhong Pracimasana Kepatihan, Yogyakarta, Jumat 2 Oktober 2026.
Pemkab Sleman sukses meraih peringkat pertama kategori Pemerintah Daerah atas inovasi strategi perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Capaian Sleman tidak berhenti di tingkat kabupaten. Dua kalurahan di Sleman turut mengamankan posisi di kategori Pemerintah Kalurahan. Kalurahan Hargobinangun meraih peringkat kedua, disusul Kalurahan Tamanmartani di posisi ketiga.
Baca Juga
Sleman juga mengamankan peringkat kedua kategori Pemberi Kerja Badan Usaha (PKBU) skala besar dan menengah melalui PT Waroeng Steak.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan rasa syukur atas hasil ini. Menurutnya, penghargaan ini membuktikan komitmen daerah dalam menjamin perlindungan bagi para pekerja.
"Alhamdulillah hari ini Pemerintah Kabupaten Sleman memperoleh penghargaan terbaik 1 Jamsostek Award 2026, atas inovasi Pemerintah Daerah dalam mengupayakan perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," kata Harda, Jumat (2/10/2026).
Harda menambahkan, perlindungan ini penting demi memberikan rasa aman bagi para pekerja saat menjalankan tugasnya sehari-hari.
Ajang Jamsostek Award menjadi bentuk apresiasi bagi pemerintah daerah yang berhasil mencapai target Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) pada 2026.
Harda mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi. Kerja sama melibatkan Dinas Tenaga Kerja, Apindo, Kadin, Baznas, TJSP, hingga BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga
"Dengan momen ini kita perkuat kolaborasi dan sinergi khususnya bersama Forum UCJ Kabupaten Sleman, dalam upaya peningkatan perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," ujar Harda.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman Epiphana Kristiyani menyebut penghargaan ini menjadi pemacu semangat jajarannya. Fokus utama ke depan menyasar para pekerja rentan dan pencari nafkah utama keluarga.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengingatkan bahwa jaminan kerja merupakan hak seluruh pekerja. Sultan menekankan perlindungan tidak boleh berhenti pada sektor formal atau perusahaan besar saja.
"Sudah saya sampaikan yang namanya perlindungan kerja itu sangat penting bagi pekerja supaya punya kepastian, rasa nyaman, dan merasa tentram karena ada jaminan. Sehingga mestinya tidak sekadar perusahaan-perusahaan besar, sampai tukang bakso pun juga harus jadi anggota," tegas Sultan.
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Trisna Sonjaya mencatat jumlah kepesertaan aktif di DIY per September 2026 telah menembus 630.000 peserta. BPJS terus mendorong kerja sama lintas instansi hingga tingkat desa untuk memperluas cakupan perlindungan pekerja rentan.