Kekecewaan Pieter Huistra Usai PSS Sleman Takluk Dari Persik, Sindir VAR dan Penalti Wasit
PSS Sleman takluk 1-2 dari Persik Kediri di Super League. Pelatih Pieter Huistra soroti kesalahan lini belakang dan keputusan VAR yang batalkan gol.
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp Follow
jogja.fin.co.id - PSS Sleman harus pulang tanpa poin usai ditundukkan Persik Kediri dengan skor 1-2 pada laga pekan ketujuh Super League 2026/2027 di Stadion Brawijaya, Kediri, Kamis 22 Oktober 2026 sore kemarin.
Dua gol kemenangan tuan rumah diborong oleh Ernesto Gomez. Sementara itu, Super Elja hanya mampu membalas satu gol melalui aksi Melvyn Lorenzen.
Usai pertandingan, pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menumpahkan kekecewaannya. Juru taktik asal Belanda itu menyoroti kerapuhan barisan pertahanan anak asuhnya yang berujung pada kebobolan.
Ia menegaskan lini belakang tim tidak boleh membiarkan pemain lawan leluasa melepaskan tembakan atau melakukan sundulan tanpa pengawalan ketat. Lini pertahanan, menurutnya, membuat kekeliruan mendasar yang memberi keuntungan bagi tim tuan rumah.
Baca Juga
"Kami kebobolan gol karena ada kesalahan di lini pertahanan," kata Huistra dalam sesi jumpa pers usai laga.
Soroti VAR dan Hadiah Penalti
Selain masalah internal lini belakang, Huistra juga mengkritik keputusan wasit dan penggunaan Video Assistant Referee (VAR). PSS sejatinya sempat mencetak gol penyeimbang lewat Gustavo Tocantins yang memanfaatkan umpan Riko Simanjuntak di babak kedua.
Namun, wasit menganulir gol tersebut usai meninjau layar VAR karena menilai pemain dalam posisi offside. Huistra merasa keputusan tersebut amat meragukan.
"Jika saya melihat VAR, saya tidak melihat itu offside. Petugas VAR pasti punya mata yang sangat tajam," sindir Huistra.
Huistra turut menyayangkan hukuman penalti yang diberikan wasit kepada PSS. Ia menilai pelanggaran tersebut terlalu mudah dihadiahi penalti oleh korps baju hitam.
Baca Juga
Meskipun menelan kekalahan, Huistra menilai anak asuhnya sudah bermain baik dan menciptakan banyak peluang. Ia merasa PSS setidaknya layak membawa pulang satu poin dari markas Persik.
"Kami sangat tidak beruntung. Kami bermain cukup baik untuk setidaknya mengamankan satu poin," pungkasnya.
Senada dengan sang pelatih, penyerang PSS Matheus Fornazari mengakui kesalahan individu menjadi penyebab utama timnya gagal meraih poin. Ia berjanji skuad Laskar Sembada akan bekerja lebih keras untuk membenahi kekurangan jelang laga kandang berikutnya.