Menatap Wajah Baru Bekas Parkir Abu Bakar Ali: Hutan Kota dan Oase Malioboro Rampung Desember Ini
Penataan RTH di bekas parkir Abu Bakar Ali ditargetkan selesai 22 Desember 2026. Kawasan ini menghadirkan tiga konsep taman tanpa bangunan komersial.
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp Follow
jogja.fin.co.id - Kawasan bekas tempat parkir kendaraan Abu Bakar Ali di ujung utara Malioboro kini terus berbenah. Pembangunan fisik Ruang Terbuka Hijau (RTH) Abu Bakar Ali dipastikan rampung sesuai target pada 22 Desember 2026 sebagai perwujudan konsep Malioboro Mulyo.
Pengerjaan fisik di lokasi yang dulunya dipadati kendaraan tersebut kini sudah melampaui 40 persen. Pekerja memfokuskan pengerjaan pada infrastruktur dasar sebelum memasuki musim hujan.
Pemerintah Daerah DIY merancang kawasan ini sebagai penyejuk baru sekaligus ruang publik yang nyaman di tengah padatnya aktivitas Kota Yogyakarta.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti menegaskan komitmen pemerintah menghadirkan ruang publik yang inklusif di jantung kota.
Baca Juga
"Harapan kita semua, bahwa kawasan ini kawasan yang bisa dinikmati semua orang," kata Ni Made, Sabtu 24 Oktober 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo mengatakan, sesuai instruksi Gubernur DIY, tidak ada bangunan komersial di RTH Abu Bakar Ali.
Area publik ini dipastikan bersih dari bangunan fisik. Fasilitas penunjang sengaja dibuat minim untuk mempertahankan area hijau.
"Sesuai instruksi Gubernur DIY, bangunan yang ada di RTH ABA nantinya hanya akan ada toilet dan jogging track saja. Selain itu tidak akan ada bangunan lagi. Kalaupun ada bangunan kecil, itu hanya untuk kebutuhan seperti genset, dan letaknya pun akan ada di bagian belakang RTH ABA atau di sisi paling timur," terang Kusno.
Penataan RTH ABA menghadirkan tiga konsep ruang hijau yang berbeda di tiap sisinya. Sisi barat atau bagian depan mengusung konsep taman tanaman berbunga. Bagian tengah diisi tanaman hijau. Sisi timur ditanami tanaman keras sebagai hutan kota.
Pengerjaan penataan tanaman akan dikejar saat memasuki musim hujan agar perawatan vegetasi berjalan maksimal.
Baca Juga
Terdapat penyesuaian teknis pada akses masuk kawasan RTH ABA. Rencana awal gerbang dibuat serong menghadap Jalan Malioboro, tetapi kini diubah menghadap lurus ke arah barat.
Penataan di bekas lahan parkir ini menyasar pengembalian kondisi lingkungan alami di kawasan perkotaan Yogyakarta yang selama ini tergolong minim area hijau.
"Keberadaan RTH di Kota Yogyakarta memang minim. Karena itu, RTH ini nanti akan menjadi salah satu lokasi penghijauan di tengah Kota Yogyakarta yang sudah padat dengan aktivitas masyarakat. Harapannya hewan-hewan di kota juga bisa kembali ada di tengah kota ini," ujar Kusno.
Hadirnya oase hijau ini diharapkan menambah kenyamanan warga serta wisatawan yang beraktivitas di kawasan Malioboro menjelang akhir tahun.