PSS Sleman Takluk di Kandang Sendiri, Riko Simanjuntak Ungkap Kendala Main 10 Orang
Riko Simanjuntak menyampaikan permintaan maaf kepada suporter usai PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC pada lanjutan BRI Super League 2026/2027.
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp Follow
jogja.fin.co.id - Stadion Maguwoharjo menjadi saksi kekalahan PSS Sleman dari Borneo FC Samarinda pada Pekan Ketujuh BRI Super League 2026/2027. Gol tunggal Matheus Fornazari pada menit ke-85 gagal menyelamatkan Super Elang Jawa dari kekalahan 1-2.
Riko Simanjuntak mewakili rekan-rekan setimnya langsung menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter. Penyerang sayap PSS itu mengakui hasil akhir pertandingan tidak sesuai dengan kerja keras pemain di lapangan.
"Atas nama seluruh pemain, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh suporter yang hadir langsung di stadion maupun yang tidak dapat hadir, atas hasil pertandingan malam ini. Tentu saja, hasil ini bukanlah hasil yang kami inginkan," kata Riko Simanjuntak dalam jumpa pers usai pertandingan, Selasa 27 Oktober 2026.
Pertandingan berjalan ketat sejak menit awal. Namun, jalannya laga berubah drastis setelah salah satu pemain PSS mendapat kartu merah. Tim tuan rumah harus melanjutkan sisa pertandingan dengan 10 orang pemain di bawah arahan pelatih Pieter Huistra.
Baca Juga
Riko menjelaskan, timnya sejak awal menargetkan poin penuh. Meski demikian, Borneo FC tampil solid dan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah insiden kartu merah tersebut.
"Sejak awal, kami berkomitmen untuk selalu mengamankan poin di setiap laga, namun inilah sepak bola. Borneo FC Samarinda memiliki kualitas yang baik. Ketika terjadi kartu merah, pasti ada perubahan dalam permainan," ujar Riko.
Tim pelatih lantas mengubah strategi di ruang ganti saat turun minum. Keputusan tersebut diambil agar tim tetap mampu memberikan perlawanan meski menghadapi risiko besar akibat kalah jumlah pemain.
"Pelatih telah melakukan perubahan strategi di ruang ganti. Itu merupakan keputusan yang berisiko, tetapi teman-teman telah berjuang dengan luar biasa. Tidak mudah bermain dengan 10 pemain melawan mereka yang sudah berpengalaman," ucap Riko menambahkan.
Sebelumnya, Borneo FC membuka keunggulan lewat gol Rahmad Dandy Sonriza pada menit ke-38. Tim tamu memperbesar keunggulan melalui Hugo Samir pada menit ke-75. PSS sempat membalas lewat gol Matheus Fornazari pada menit ke-85, tetapi skor 1-2 bertahan hingga pertandingan selesai.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi Skuad Super Elang Jawa menatap pertandingan berikutnya di kompetisi BRI Super League 2026/2027.