Fasilitas Publik di Malioboro Rusak Buntut Demo Anarkis, Sekda DIY Ingatkan Uang Rakyat
Kawasan Malioboro mengalami kerusakan usai demo anarkis. Sekda DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti ingatkan fasilitas publik dibangun pakai uang rakyat.
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp Follow
jogja.fin.co.id – Aksi unjuk rasa yang berujung anarkis di kawasan Malioboro pada Rabu 28 Oktober 2026 malam menyisakan kerusakan di sejumlah titik. Salah satunya terlihat dari pecahnya kaca gedung Tourist Information Center (TIC) Malioboro.
Menanggapi kerusakan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti mengingatkan masyarakat agar tidak merusak fasilitas publik saat menyampaikan aspirasi.
Menurutnya, seluruh fasilitas umum yang ada di jantung Kota Jogja tersebut dibangun menggunakan anggaran negara.
"Fasilitas yang tersedia di kawasan tersebut merupakan hasil pembangunan menggunakan uang rakyat sehingga perlu dijaga demi kepentingan bersama," kata Ni Made saat meninjau lokasi, Kamis 29 Oktober 2026
Baca Juga
Ia menegaskan, Pemda DIY terbuka terhadap berbagai saran maupun kritik dari masyarakat. Namun, aksi penyampaian pendapat hendaknya dilakukan secara damai tanpa menimbulkan kerugian bagi publik.
"Boleh menyampaikan aspirasi, boleh menyampaikan apa yang menjadi saran dan kritik. Karena apa pun itu akan menyebabkan kerugian bagi kita semua kalau kemudian diakhiri dengan tindakan anarkis," tegasnya.
Untuk memulihkan kondisi kawasan wisata, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta menggelar aksi bersih-bersih sejak Kamis pagi.
Petugas gabungan menyapu sisa sampah, mencat ulang dinding tercoret, hingga menyemprot trotoar menggunakan armada pemadam kebakaran.
Langkah cepat ini dilakukan agar aktivitas perekonomian warga serta kenyamanan wisatawan tidak terganggu lebih lama.
"Kawasan Malioboro ini adalah kawasan milik kita semua. Jadi, kita harus jaga dari sisi kenyamanan, keamanan wisatanya. Apa pun itu, banyak orang yang mencari rezeki di kawasan ini," kata Ni Made.
Baca Juga
Saat ini Pemda DIY sedang menginventarisasi seluruh aset yang terdampak. Pendataan dilakukan untuk menghitung total kerugian sekaligus menentukan pemeliharaan fasilitas.