News

Minta Maaf ke Warga Jogja, Ini Alasan Kapolda Kerahkan Pasukan PHH saat Demo di Mailoboro

Polda DIY usut tuntas aksi anarkis dan buru provokator kericuhan demo Sumpah Pemuda di Malioboro berdasarkan alat bukti sah.

Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp Follow
Minta Maaf ke Warga Jogja, Ini Alasan Kapolda Kerahkan Pasukan PHH saat Demo di Mailoboro
Kapolda DIY Irjen Langgeng Purnowo.Foto:dok.Polri

jogja.fin.co.id - Kapolda DIY Irjen Langgeng Purnowo menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat Jogja terkait aksi demo di Malioboro. Kapolda mengaku terpaksa mengerahkan pasukan Penanganan Huru-Hara (PHH) serta gas air mata untuk meredam demo yang berubah ricuh.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh elemen yang terdampak dalam pelayanan penyampaian aspirasi pada hari itu," kata  Irjen Langgeng Jumat 30 Oktober 2026.

Langgeng menjelaskan, pengerahan armada water cannon dan tembakan gas air mata di jantung kota tersebut tidak diambil tanpa sebab. Aparat terpaksa melepaskan tindakan pengamanan ketat guna menghentikan aksi anarkis massa di lapangan.

"Personel PHH terpaksa harus melakukan tindakan pengendalian massa, termasuk penggunaan water cannon dan gas air mata untuk menghentikan tindakan anarkis agar aksi tidak semakin meluas dan membahayakan keselamatan warga lainnya," ujarnya.

Buntut dari insiden tersebut, Polda DIY berkomitmen mengevaluasi seluruh prosedur penanganan unjuk rasa ke depan.

Peninjauan ulang difokuskan pada pola komunikasi petugas serta aspek perlindungan publik agar kenyamanan warga Yogyakarta tetap terjaga.

Di sisi lain, jajaran kepolisian saat ini tengah memproses hukum pihak-pihak yang terbukti memprovokasi kerusuhan dan melakukan perusakan fasilitas. Seluruh penindakan dipastikan berpijak pada kecukupan alat bukti di lapangan.

Langgeng mengimbau masyarakat agar mempercayakan penanganan perkara ini sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Saat ini, situasi keamanan di seluruh titik kawasan Malioboro dipastikan telah kembali normal dan kondusif.

Berita Terkait