News

Ide Ekstrem Anggota DPRD Sleman: Kaliurang Jadi Pusat Hiburan Malam

Politisi PKB Syukron Arif Muttaqin usulkan penataan ekstrem Kaliurang. Merapi disorot lampu hingga wacana tempat hiburan malam demi dongkrak PAD Sleman.

Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp Follow
Ide Ekstrem Anggota DPRD Sleman: Kaliurang Jadi Pusat Hiburan Malam
Anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dr. H. Syukron Arif Muttaqin, S.E., M.AP.Foto:dok.finjogja

jogja.fin.co.id - Kawasan wisata Kaliurang dinilai butuh terobosan ekstrem agar kembali hidup pada malam hari. Anggota Komisi B DPRD Sleman Syukron Arif Muttaqin menyuarakan dorongan pembenahan total di wilayah lereng Merapi itu.

Menurutnya Kondisi jalur utama menuju destinasi wisata itu terasa lengang ketika hari mulai gelap, sepi dan minim penerangan.

Syukron menilai kawasan Kaliurang harus digarap kembali secara agresif. Ia mengusulkan pembuatan daya tarik visual unik agar wisatawan mau berkunjung saat malam.

"Kawasan Kaliurang perlu digenjot lagi supaya bisa meningkatkan PAD secara signifikan. Misalnya di malam hari Merapi itu terlihat, entah gimana caranya dikasih lampu atau apa, agar menimbulkan daya tarik wisatawan," ujar Politis PKB itu, Senin 2 November 2026.

Ia menegaskan pentingnya menciptakan keramaian baru di kawasan atas. Menurutnya, pusat kuliner, restoran, hingga pusat hiburan malam perlu dibuka di sana.

"Kemudian dibuat ramai, bahkan kalau perlu ada tempat dugem, meski akan menimbulkan pro dan kontra. Yang pasti dibuat ramai, tempat makan, restoran, biar orang datang ke sana," tuturnya.

Ia membandingkan geliat pariwisata Sleman dengan Kabupaten Gunungkidul yang terus memoles kawasan wisatanya. Syukron menilai Jalan Kaliurang setelah UII ke atas saat ini terlalu sepi sehingga kurang menarik minat pengunjung.

Selain penataan kawasan hiburan, ia juga mengusulkan penghapusan retribusi masuk di gerbang utama Kaliurang. Mekanisme pemungutan manual di gerbang dinilai menghambat arus masuk dan rentan kebocoran.

Pengunjung cukup dibebaskan masuk, lalu ditarik lewat pajak restoran dan hotel saat beraktivitas di lokasi.

Potensi PAD dan Tantangan Lapangan Merapi

Menengok data dari Dinas Pariwisata Sleman, sektor pariwisata sebenarnya menyumbang angka cukup besar bagi penerimaan daerah.

Kabupaten Sleman memasang target PAD pariwisata sebesar Rp 387,2 miliar dari total target PAD daerah Rp 1,712 triliun. Realisasi hingga triwulan III tercatat menembus 79,05 persen dengan jumlah kunjungan di atas 7,1 juta wisatawan.

Pajak hotel, restoran, dan hiburan selama ini menjadi penopang utama pendapatan pariwisata Sleman. Retribusi destinasi dan hasil kerja sama barang milik daerah menyumbang sisa target tersebut.

Namun, upaya memoles wisata lereng Merapi dipastikan akan berhadapan dengan keterbatasan di lapangan.

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berada pada Level III (Siaga) membuat radius di bawah 5 kilometer dari puncak harus steril sewaktu-waktu. Guguran lava pijar dan awan panas membuat titik pandang tertentu ditutup mendadak.

Berita Terkait