Waspada Perubahan Cuaca Mendadak, Cek Daftar Wilayah Bakal Disiram Hujan
Simak prakiraan cuaca DIY hari ini dari BMKG. Wilayah Sleman berpotensi hujan ringan, sementara kota lainnya didominasi awan. Cek info lengkapnya.
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp Follow
jogja.fin.co.id - Langit Yogyakarta menunjukkan dinamika kontras hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi pergeseran atmosfer yang membuat sebagian wilayah harus bersiap menghadapi potensi basah di tengah teriknya suhu siang.
Berdasarkan analisis data cuaca per Kamis 5 November 2026, sebagian besar kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memang didominasi awan tebal. Namun, potensi presipitasi tidak merata di semua titik.
Kondisi ini menuntut mobilitas warga yang melintas di kawasan rawan agar lebih cermat membaca situasi jalanan.
Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta menjelaskan fluktuasi lokal memicu perbedaan signifikan antara satu kawasan dengan wilayah penyangga lainnya.
Baca Juga
"Dinamika labilitas udara lokal di sekitar lereng merapi mendorong pembentukan awan hujan lebih cepat dibanding kawasan pesisir selatan," ujarnya.
Peta prakiraan cuaca hari ini memperlihatkan variasi suhu yang cukup mencolok. Kota Yogyakarta mencatatkan kisaran suhu antara 25 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 60 sampai 88 persen.
Kondisi serupa terlihat di Kabupaten Bantul yang berada pada rentang 25 sampai 31 derajat Celsius.
Sementara itu, wilayah Kabupaten Sleman terpantau memiliki probabilitas turun hujan dengan intensitas ringan. Suhu udara di Sleman bergerak di angka 24 hingga 31 derajat Celsius disertai kelembapan 63 sampai 90 persen.
Untuk kawasan Kulon Progo dan Gunungkidul, pengamat cuaca mencatat temperatur rata-rata berada pada kisaran 24 sampai 31 derajat Celsius.
Dominasi awan tebal menutupi kedua wilayah tersebut sepanjang siang hingga sore hari, memberikan sedikit proteksi dari sengatan matahari langsung meski potensi kelembapan udara tetap tinggi.
Baca Juga
Antisipasi Mobilitas WargaPerubahan cuaca mendadak kerap memicu genangan lokal di titik-titik padat kendaraan. Pengendara roda dua yang melintasi jalur utara DIY disarankan membawa perlengkapan pelindung air.
Pemantauan radar cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG tetap menjadi langkah preventif paling akurat sebelum memulai perjalanan jauh.