News . 08/05/2026, 11:34 WIB

Wabah Hantavirus dari Kapal Pesiar Menyebar ke 4 Benua, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id – Dunia kesehatan internasional kini dalam kondisi siaga tinggi setelah wabah mematikan Hantavirus menyerang sebuah kapal pesiar ekspedisi. Hingga Kamis 7 Mei 2026, otoritas kesehatan di empat benua tengah melacak puluhan penumpang yang turun dari kapal tersebut sebelum infeksi terdeteksi secara resmi.

Sejauh ini, wabah tersebut telah merenggut tiga nyawa, yang terdiri dari pasangan suami istri asal Belanda dan seorang warga negara Jerman. Investigasi awal menunjukkan bahwa virus ini kemungkinan besar mulai menyebar saat kapal bersandar di wilayah Amerika Selatan.

"Kami berupaya keras memantau setiap individu yang melakukan kontak dengan pasien. Langkah-langkah kesehatan masyarakat yang cepat menjadi kunci agar wabah ini tetap terkendali," ujar Dr. Abdirahman Mahamud, Direktur Kesiapsiagaan dan Respon Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Misteri Penularan dari Argentina

Kementerian Kesehatan Argentina kini memfokuskan penyelidikan pada sebuah kota di bagian selatan, Ushuaia. Tim ahli menduga pasangan asal Belanda tersebut terpapar virus saat melakukan kegiatan pengamatan burung sebelum naik ke kapal pesiar MV Hondius.

Virus yang terdeteksi merupakan jenis Andes Virus, varian Hantavirus asal Amerika Selatan yang dikenal sangat berbahaya. Berbeda dengan jenis Hantavirus lainnya yang biasanya menular melalui kotoran tikus yang terhirup, Andes Virus merupakan satu-satunya varian yang memiliki potensi penularan antarmanusia.

Hingga saat ini, setidaknya lima orang di atas kapal telah terkonfirmasi positif terinfeksi. Masa inkubasi virus yang cukup lama, yakni satu hingga delapan minggu, membuat proses pelacakan kontak menjadi sangat krusial sekaligus menantang.

Pelacakan Penumpang di Berbagai Negara

Situasi menjadi rumit karena sekitar 30 hingga 40 penumpang telah turun dari kapal di Pulau St. Helena pada 24 April lalu, jauh sebelum status wabah dikonfirmasi pada 2 Mei. Penumpang-penumpang tersebut kini telah terbang ke berbagai negara, termasuk Singapura, Swiss, dan Prancis.

Di Singapura, pemerintah setempat mengisolasi dua pria yang baru kembali dari perjalanan tersebut. Sementara itu, otoritas Afrika Selatan juga tengah memantau ketat manifest penerbangan dari St. Helena menuju Johannesburg pada 25 April. Kekhawatiran meningkat setelah seorang pramugari di Belanda menunjukkan gejala serupa setelah melayani penerbangan yang sempat disinggahi oleh pasien yang terinfeksi.

Kondisi Terkini Kapal MV Hondius

Kapal MV Hondius saat ini sedang berlayar menuju Kepulauan Canary, Spanyol, dengan lebih dari 140 penumpang dan kru yang tersisa di atas kapal. Meskipun tidak ada lagi penumpang yang menunjukkan gejala baru, pengawasan medis tetap dilakukan dengan sangat ketat.

WHO menegaskan bahwa risiko bagi masyarakat luas masih tergolong rendah jika prosedur isolasi dijalankan secara disiplin. Namun, lonjakan angka kematian akibat Hantavirus di Argentina tahun lalu, yang mencapai 28 jiwa, menjadi peringatan keras bagi otoritas kesehatan global untuk tidak meremehkan penyebaran virus ini.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com