Sport . 10/05/2026, 10:14 WIB

NYESEK! PSS Sleman Tumbang Lewat Adu Penalti, Pelatih Ansyari Lubis Akui Tim Hilang Fokus

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id – Puncak kompetisi Championship 2025/2026 berakhir dengan pemandangan yang kontras di Stadion Maguwoharjo, Sabtu 9 Mei 2026 malam. PSS Sleman harus mengubur mimpi mengangkat trofi juara setelah menyerah secara dramatis lewat adu penalti melawan Garudayaksa FC dengan skor akhir 2-2 (3-4).

Kekecewaan ribuan suporter pecah sesaat setelah Gustavo Tocantins, yang menjadi eksekutor penentu, gagal menyarangkan bola ke gawang lawan. Pantauan di lokasi menunjukkan suporter langsung menyalakan puluhan flare di berbagai sisi tribun. Hanya dalam hitungan menit, asap pekat berwarna merah memenuhi seisi stadion, membatasi jarak pandang dan menciptakan suasana mencekam sekaligus haru.

Ansyari Lubis: Kami Kehilangan Fokus

Di tengah kabut asap yang menyelimuti lapangan, pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, berusaha tegar menghadapi kenyataan pahit tersebut. Dalam sesi jumpa pers usai laga, ia tidak menampik adanya lubang di performa timnya, terutama pada paruh pertama pertandingan.

"Pada babak pertama, kami sedikit kehilangan fokus sehingga Garudayaksa mampu mengendalikan permainan dengan sangat baik. Namun, saya apresiasi perjuangan pemain di babak kedua yang tampil luar biasa hingga mampu menyamakan kedudukan," ungkap Ansyari.

Laskar Sembada memang sempat tertinggal 0-2 melalui gol Alfin Faiz (23') dan penalti Everton (35'). Namun, semangat pantang menyerah membuat Gustavo Tocantins memborong dua gol balasan pada menit ke-50 dan masa injury time (90+2'). Meski mampu memaksa laga berlanjut ke babak tambahan hingga adu penalti, Dewi Fortuna belum memihak tuan rumah.

"Inilah sepak bola, hasil adu penalti dipengaruhi banyak faktor. Selamat untuk Garudayaksa yang keluar sebagai juara," tambah Ansyari dengan sportif.

Permohonan Maaf dan Misi Besar Liga 1

Rasa bersalah juga menyelimuti penggawa PSS, Irvan Mofu. Mewakili rekan-rekannya, ia menyampaikan permohonan maaf kepada publik Sleman karena belum bisa memberikan kado juara di rumah sendiri.

"Pertama-tama, kami minta maaf kepada warga Sleman, kami tidak bisa menjadi juara. Tapi hal yang paling penting adalah PSS Sleman sudah berhasil kembali ke Liga 1 (Super League)," tegas Mofu mencoba menghibur para pendukung.

Meski gagal di partai final, manajemen dan tim pelatih tetap memandang positif perjalanan musim ini. Keberhasilan mengamankan tiket promosi ke Super League musim depan menjadi pondasi penting bagi pembangunan skuat yang lebih kompetitif.

Ansyari Lubis pun menutup pernyataannya dengan optimisme tinggi. "Mudah-mudahan ke depan PSS Sleman bisa tampil lebih baik lagi di kasta tertinggi nanti," pungkasnya.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com