News . 10/05/2026, 15:42 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id – RSUD Sleman menghadirkan harapan baru bagi belasan penderita katarak melalui aksi bakti sosial yang digelar pada Sabtu 9 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memulihkan penglihatan warga sekaligus menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Sleman, RSUD Sleman, dan Baznas Sleman dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman sekaligus Hari Kesehatan Nasional ke-62. Dari total 30 pendaftar, 19 pasien dinyatakan lolos skrining kesehatan ketat dan berhak menjalani tindakan medis tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Direktur RSUD Sleman, dr. Wisnu Murti Yani, menekankan bahwa inisiatif ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. "Kami ingin masyarakat yang terganggu penglihatannya dapat kembali beraktivitas dengan produktif," ujar dr. Wisnu dalam laporan kegiatannya.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto. Dalam pidatonya, ia mengaitkan aksi sosial ini dengan tema besar Hari Jadi Sleman tahun ini, yaitu "Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman".
Filosofi tersebut bermakna semangat gotong royong dan saling memikul beban demi kesejahteraan bersama. "Bakti sosial ini menjadi wujud nyata kolaborasi pemerintah daerah dan Baznas dalam memberikan manfaat langsung yang menyentuh kebutuhan mendasar warga," kata Susmiarto sebelum meninjau langsung proses operasi di ruang bedah.
Dukungan pendanaan penuh dari Baznas Sleman menjadi kunci terselenggaranya agenda tahunan ini. Hal ini memastikan masyarakat kurang mampu tetap mendapatkan akses layanan kesehatan mata berkualitas tinggi di tengah biaya medis yang cenderung meningkat.
Rasa syukur mendalam terpancar dari wajah para pasien, salah satunya Sumaeri. Sebagai perwakilan pasien, ia tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya karena bisa menjalani operasi yang selama ini mungkin sulit ia jangkau secara mandiri.
"Saya sangat berterima kasih kepada panitia dan RSUD Sleman. Harapan saya, setelah operasi ini penglihatan kembali membaik sehingga saya bisa bekerja lagi seperti biasa untuk keluarga," tutur Sumaeri penuh haru saat menerima bingkisan simbolis dari panitia.
Melalui program ini, RSUD Sleman kembali menegaskan perannya sebagai fasilitas kesehatan yang tidak hanya mengejar aspek klinis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Dengan pulihnya penglihatan para pasien, Pemkab Sleman secara tidak langsung telah mengembalikan produktivitas dan kemandirian ekonomi bagi warganya di usia kabupaten yang telah melampaui satu abad ini.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media