Rabu, 13 Mei 2026
--°C --
-- · --
Eksplore Jogja

Serunya Lomba Rakyat di Lapangan Pemda: Saat Pejabat dan Warga Sleman Kompak Main Bakiak

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
10/05/2026, 14:39 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Serunya Lomba Rakyat di Lapangan Pemda: Saat Pejabat dan Warga Sleman Kompak Main Bakiak

Ratusan peserta dari 17 Kapanewon mengikuti lomba egrang dan bakiak di Lapangan Pemda Sleman dalam rangka Hari Jadi Sleman ke-110.Foto:HumasSleman

jogja.fin.co.id – Di tengah kepungan gaya hidup modern, Pemerintah Kabupaten Sleman memilih cara unik untuk merayakan hari jadinya yang ke-110. Melalui kolaborasi dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), ratusan warga dari 17 Kapanewon memadati Lapangan Pemda Sleman untuk beradu ketangkasan dalam lomba olahraga tradisional, Sabtu 9 Mei 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar ajang seru-seruan. Pemkab Sleman sengaja menghidupkan kembali permainan rakyat seperti egrang, bakiak, hingga lari karung estafet sebagai simbol ketahanan budaya.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang membuka langsung acara tersebut, menegaskan bahwa olahraga tradisional adalah instrumen vital untuk menjaga jati diri bangsa. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam permainan ini jauh melampaui sekadar aktivitas fisik.

"Olahraga tradisional bukan sekadar permainan rakyat yang diwariskan turun-temurun, melainkan bagian penting dari identitas budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur seperti sportivitas, gotong royong, dan kebersamaan," tegas Danang dalam sambutannya di hadapan para peserta.

Advertisement

Memperebutkan Hadiah Puluhan Juta Rupiah

Ketua KORMI Kabupaten Sleman, Suparman, menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat tetap tinggi meski zaman telah berubah. Peserta yang datang merupakan perwakilan resmi dari 17 KORMI Kapanewon serta berbagai kelompok masyarakat di Bumi Sembada.

Ada tiga cabang olahraga utama yang dipertandingkan, yakni egrang, bakiak, dan lari karung estafet. Ketiganya dipilih karena membutuhkan tingkat koordinasi dan kerja sama tim yang tinggi. Panitia pun tidak main-main dalam mengapresiasi semangat peserta dengan menyediakan total hadiah mencapai 30 juta rupiah.

"Selain menyemarakkan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, lomba ini menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya kita kepada generasi muda agar tidak hilang tergerus waktu," ungkap Suparman.

Meskipun memperebutkan hadiah yang cukup besar, Wakil Bupati Danang Maharsa berpesan agar para peserta tetap mengedepankan aspek kegembiraan dan kerukunan. Baginya, filosofi olahraga tradisional sangat relevan dengan tantangan pembangunan Sleman ke depan yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi antar-elemen masyarakat.

Ia berharap semangat gotong royong yang terlihat saat warga berjuang menyeimbangkan bakiak atau berlari di atas egrang dapat terus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, kemajuan teknologi di Sleman akan tetap berjalan beriringan dengan akar budaya yang kuat.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
Penulis jogja.fin.co.id