Rabu, 13 Mei 2026
--°C --
-- · --
Eksplore Jogja

Lautan Bregodo Padati Pakem, Harda Kiswaya Ajak Warga Bentengi Identitas dari Arus Global

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
13/05/2026, 21:28 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Lautan Bregodo Padati Pakem, Harda Kiswaya Ajak Warga Bentengi Identitas dari Arus Global

Barisan bregodo rakyat dalam kirab budaya Bedhol Projo Kapanewon Pakem saat melintas di depan Bupati Sleman Harda Kiswaya.

jogja.fin.co.id - Ratusan warga dari seluruh kalurahan di Kapanewon Pakem memadati halaman Kantor Kapanewon setempat untuk mengikuti prosesi sakral Bedhol Projo pada Rabu 13 Mei 2026. Acara yang kental dengan nuansa tradisional ini menjadi simbol refleksi sejarah sekaligus pengingat akan jati diri masyarakat lereng Merapi di tengah arus globalisasi yang kian kencang.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang hadir langsung dalam perayaan tersebut menegaskan bahwa Bedhol Projo bukan sekadar seremoni tahunan. Prosesi yang menampilkan visualisasi kirab bregodo ini merupakan representasi sejarah perpindahan pusat pemerintahan serta transisi kepemimpinan yang dikemas secara estetis melalui seni budaya.

Identitas Sebagai Benteng Globalisasi

Dalam pidatonya, Harda Kiswaya menekankan pentingnya meneladani semangat perjuangan para leluhur untuk merancang masa depan Sleman yang lebih baik. Ia menganalogikan tradisi sebagai pondasi vital bagi kehidupan manusia.

Advertisement

"Tradisi dan budaya adalah identitas dan jati diri kita. Tanpa tradisi, manusia ibarat pohon tanpa akar yang mudah tumbang dan kehilangan panduan hidup," tegas Harda Kiswaya di hadapan peserta kirab.

Langkah ini, menurut Bupati, sejalan dengan visi besar Pemerintah Kabupaten Sleman untuk memperkuat status Yogyakarta sebagai daerah istimewa yang berlandaskan kebudayaan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membentengi kekayaan lokal agar tidak punah tergerus zaman.

Semangat Golong Gilig Membangun Pakem

Selain aspek pelestarian, momentum Bedhol Projo ini juga dimanfaatkan untuk mempererat kohesi sosial. Bupati berharap semangat "Golong Gilig" atau persatuan yang bulat dapat tercipta antara warga dengan para pamong pemerintah.

Persatuan ini dianggap sebagai modal utama dalam mengakselerasi pembangunan di Kapanewon Pakem. Dengan adanya kerukunan dan persaudaraan yang kuat, visi pembangunan daerah akan lebih mudah tercapai tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur kemanusiaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Perayaan Bedhol Projo tahun ini ditutup dengan parade bregodo yang membawa berbagai simbol pemerintahan, menggambarkan kesiapan aparatur dan rakyat untuk terus bergerak maju bersama dalam satu ikatan budaya yang kokoh.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
Penulis jogja.fin.co.id