Rabu, 13 Mei 2026
--°C --
-- · --
News

Satu-satunya di Indonesia! Sleman Resmi Sandang Predikat Kabupaten Siaga Stroke Pertama

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
12/05/2026, 06:26 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Satu-satunya di Indonesia! Sleman Resmi Sandang Predikat Kabupaten Siaga Stroke Pertama

Bupati Sleman Harda Kiswaya saat menerima penghargaan Kabupaten Siaga Stroke pertama di Indonesia dari Angels Initiative di Pendopo Parasamya.Foto:HumasSleman

jogja.fin.co.id – Kabupaten Sleman sukses mengukir sejarah di kancah kesehatan nasional. Wilayah di bawah kaki Gunung Merapi ini resmi dinobatkan sebagai Kabupaten Siaga Stroke pertama di Indonesia. Predikat bergengsi ini diberikan langsung oleh World Stroke Organization dan Angels Initiative atas keberhasilan Sleman membangun ekosistem penanganan stroke yang super cepat dan terintegrasi.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Angels Initiative, Rika Aprijanti Hutagalung, kepada Bupati Sleman, Harda Kiswaya, pada Senin 11 Mei 2026. Capaian ini menandai Sleman sebagai pionir dalam memangkas risiko kematian dan disabilitas akibat stroke melalui sistem yang melibatkan kader puskesmas hingga operator ambulans.

Sinergi "Sleman Siaga Stroke" yang Mendunia

Keberhasilan ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan hasil kerja keras Tim Sleman Siaga Stroke yang telah diakui secara internasional. Perwakilan Angels Initiative, dr. Fiarry Fikaris, menyebut bahwa komitmen Sleman dalam menghadirkan layanan yang cepat dan tepat sangat luar biasa.

“Sinergi seluruh pihak serta kerja keras Tim Sleman Siaga Stroke telah mengantarkan Kabupaten Sleman pada pengakuan internasional sebagai Daerah Siaga Stroke pertama di Indonesia,” tegas dr. Fiarry.

Hingga tahun 2026, tercatat enam rumah sakit di wilayah Sleman telah memenuhi standar internasional sebagai Rumah Sakit Siaga Stroke. Keenam RS tersebut adalah RSUD Sleman, RSUP Dr. Sardjito, RSA UGM, RS JIH, RSIY PDHI, dan RS Hermina.

Komitmen Bupati: Layanan Responsif Tanpa Jeda

Advertisement

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut capaian ini dengan penuh rasa syukur. Menurutnya, status sebagai kabupaten pertama yang siaga stroke adalah tanggung jawab besar untuk terus mempertahankan kualitas respons medis yang cepat dan akurat.

“Syukur alhamdulillah, ini adalah pencapaian besar yang membanggakan. Namun, ini juga menjadi tanggung jawab bagi kita untuk terus meningkatkan dan mempertahankan kualitas layanan kesehatan di Sleman,” ujar Harda.

Harda juga memberikan apresiasi khusus kepada Sleman Emergency Service serta para kader siaga stroke di tingkat puskesmas. Para tenaga garis depan ini telah menjalani pelatihan khusus untuk memastikan pasien stroke mendapatkan penanganan dalam "golden period" guna meminimalisir dampak jangka panjang.

Inspirasi bagi Daerah Lain di Indonesia

Apresiasi senada datang dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY. Kepala Dinas Kesehatan DIY, Anung Trihadi, berharap prestasi Sleman ini bisa menjadi cetak biru (blueprint) bagi kabupaten dan kota lain di seluruh Indonesia.

Gubernur DIY melalui sambutan tertulisnya menekankan pentingnya jaringan siaga stroke yang berorientasi pada keselamatan pasien. Dengan adanya enam rumah sakit berstandar dunia dalam satu kabupaten, Sleman kini menjadi rujukan utama penanganan stroke di tanah air.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
Penulis jogja.fin.co.id