Sport . 11/05/2026, 07:08 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id – Peta persaingan zona merah Premier League musim 2025/2026 memasuki fase paling kritis. Kekalahan tipis 0-1 yang diderita West Ham United saat menjamu Arsenal pada Minggu malam mengubah peta kekuatan di papan bawah. Hasil negatif tersebut secara otomatis memberikan napas lega bagi Nottingham Forest dan Leeds United yang kini resmi mengamankan posisi mereka di kasta tertinggi musim depan.
Kini, sorotan tertuju pada satu tiket terakhir menuju jurang degradasi. Setelah Wolverhampton dan Burnley dipastikan turun kasta lebih dulu, posisi ketiga terbawah kini menjadi rebutan panas antara West Ham dan rival sekota mereka, Tottenham Hotspur.
West Ham yang saat ini menempati peringkat ke-18, terpaku pada perolehan poin mereka tanpa mampu menambah angka. Satu-satunya target yang bisa mereka kejar adalah Tottenham Hotspur yang berada tepat satu tingkat di atas zona degradasi. Namun, tantangan besar menghadang karena Tottenham masih menyimpan tabungan satu pertandingan lebih banyak.
The Lilywhites dijadwalkan menjamu Leeds United pada Senin malam. Jika mereka berhasil mengamankan kemenangan, selisih poin akan melebar menjadi empat angka. Kondisi ini praktis membuat West Ham harus menyapu bersih sisa laga sambil berharap keajaiban dari kegagalan sang rival.
Jadwal sisa kedua tim juga tergolong berat. Tottenham masih harus meladeni Chelsea dan Everton. Sementara itu, pasukan London Timur harus bertandang ke markas Newcastle United sebelum menutup musim dengan laga kandang kontra Leeds.
Kapten West Ham, Jarrod Bowen, menegaskan bahwa mentalitas tim tidak akan runtuh meski berada di bawah tekanan besar. Ia melihat performa solid rekan-rekannya saat menghadapi Arsenal sebagai modal penting untuk bangkit.
"Ini adalah situasi hidup atau mati bagi kami. Kami menunjukkan sikap yang tepat hari ini dengan berduel satu lawan satu melawan pemuncak klasemen, jadi kami tidak boleh merasa hancur," ujar Bowen dengan tegas pasca pertandingan.
Klub berjuluk The Hammers tersebut telah berkompetisi di Premier League sejak tahun 2012. Jika gagal membalikkan keadaan dalam dua pekan terakhir, mereka akan mengakhiri masa tinggal 14 tahun mereka di kasta elite sepak bola Inggris.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media