Rabu, 13 Mei 2026
--°C --
-- · --
News

BAYANG-BAYANG Hantavirus: Meski Nol Kasus, Dinkes DIY Siaga Penuh Hadapi Ancaman Virus Tikus

L
Lina · Lina
Tim Redaksi
11/05/2026, 12:54 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jogja.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
BAYANG-BAYANG Hantavirus: Meski Nol Kasus, Dinkes DIY Siaga Penuh Hadapi Ancaman Virus Tikus

Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi, menegaskan bahwa kewaspadaan dini adalah harga mati untuk mencegah penyebaran Hantavirus.Foto:ANT

jogja.fin.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta menolak untuk lengah dalam menghadapi ancaman Hantavirus. Kendati hasil surveilans sentinel hingga Mei 2026 belum menemukan laporan pasien positif, otoritas kesehatan setempat justru memperketat pengawasan aktif di seluruh kabupaten dan kota guna memutus rantai risiko penyakit zoonosis ini.

Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi, menegaskan bahwa kewaspadaan dini adalah harga mati untuk mencegah penyebaran virus yang dibawa oleh hewan pengerat tersebut.

"Pada 2026, sampai saat ini belum ada laporan kasus positif hantavirus dari hasil surveilans sentinel rutin di laboratorium. Namun, kami tetap meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan secara aktif," tegas Anung dalam keterangannya di Yogyakarta, Minggu 10 Mei 2026.

Kenali Bedanya: Hantavirus Bukan Leptospirosis

Advertisement

Masyarakat seringkali menyamakan Hantavirus dengan Leptospirosis karena sama-sama berasal dari tikus. Namun, Dinkes DIY menggarisbawahi perbedaan fundamental pada agen penyebabnya. Jika Leptospirosis dipicu oleh bakteri Leptospira, Hantavirus murni disebabkan oleh serangan virus Hanta.

Jalur penularannya pun tergolong sangat rawan. Manusia bisa terinfeksi hanya melalui kontak langsung dengan cairan tubuh tikus seperti urine, air liur, hingga kotoran. Bahkan, droplet atau partikel halus dari kotoran tikus yang terhirup di udara bebas pun berpotensi menjadi media penularan yang mematikan.

Evaluasi Kasus 2025 dan Strategi Pencegahan

Langkah siaga ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan catatan medis tahun 2025, DIY sempat mendeteksi enam kasus positif yang tersebar di Sleman (3 kasus), Bantul (2 kasus), dan Kota Yogyakarta (1 kasus). Beruntung, seluruh pasien berhasil sembuh total tanpa ada laporan kematian.

Guna mempertahankan rekor nihil kematian tersebut, Dinkes DIY kini menggencarkan surveilans aktif, mulai dari pelacakan kasus di domisili penderita hingga edukasi masif lewat puskesmas.

"Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus waspada. Jika mengalami gejala seperti demam, nyeri otot, hingga sesak napas setelah terpapar lingkungan berisiko, segera periksa ke fasilitas kesehatan," imbau Anung.

Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi benteng pertahanan utama. Menutup rapat sumber air dan makanan, rutin mencuci tangan, serta menggunakan alas kaki di area lembap adalah tindakan sederhana namun krusial untuk memastikan hunian tidak menjadi sarang tikus pembawa virus.

Bagikan Artikel
Lina
Lina
Penulis
Penulis jogja.fin.co.id