Sport . 11/05/2026, 07:43 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id – Stadion Camp Nou menjadi saksi bisu bersatunya duka dan suka cita pada Minggu 10 Mei 2026 malam Waktu setempat. Barcelona sukses memastikan diri sebagai kampiun La Liga musim 2025/2026 setelah menumbangkan rival abadi mereka, Real Madrid, dengan skor meyakinkan 2-0. Kemenangan dalam duel bertajuk El Clasico ini sekaligus mengunci gelar liga kedua secara berturut-turut bagi raksasa Catalan tersebut.
Namun, perayaan gelar juara kali ini terasa sangat berbeda bagi sang pelatih, Hansi Flick. Arsitek asal Jerman tersebut tetap berdiri teguh memimpin timnya di pinggir lapangan meski baru saja menerima kabar duka mendalam. Ayah kandung Flick dilaporkan meninggal dunia hanya beberapa jam sebelum peluit sepak mula berbunyi.
"Saya tidak akan pernah melupakan hari ini. Ini adalah hari yang sangat berat bagi saya, dimulai dengan kabar ayah saya berpulang, tetapi tim saya tampil sangat fantastis," ujar Flick dengan nada bergetar dalam sesi konferensi pers usai laga.
Meski berada di bawah bayang-bayang duka sang pelatih, para pemain Blaugrana menunjukkan profesionalisme luar biasa. Memasuki lapangan dengan keunggulan 11 poin atas Madrid, Barcelona tampil menekan sejak menit awal. Dua gol kemenangan lahir melalui penyelesaian klinis Marcus Rashford dan Ferran Torres sebelum turun minum.
Soliditas tim di bawah asuhan Flick memang menjadi kunci kesuksesan musim ini. Gelandang andalan tim, Frenkie de Jong, menekankan betapa besarnya pengaruh sang pelatih dalam mengangkat performa tim hingga ke titik puncak.
"Flick sangat penting bagi kami. Ia memiliki ide-ide yang sangat jelas, namun tetap memberikan kebebasan bagi para pemain untuk menunjukkan kualitas kami di lapangan," kata De Jong.
Sebagai bentuk duka cita, para pemain Barcelona dan Real Madrid mengenakan ban lengan hitam selama pertandingan berlangsung. Sebelum laga dimulai, seisi stadion juga melakukan aksi mengheningkan cipta untuk menghormati mendiang ayah Hansi Flick. Pihak klub secara resmi menyatakan bahwa seluruh keluarga besar Blaugrana berbagi kesedihan yang dirasakan Flick.
Pesta juara memuncak ketika para pemain mengangkat dan melemparkan Flick ke udara sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya yang tak goyah meski di tengah tragedi pribadi. Bagi Flick, kemenangan ini lebih dari sekadar trofi; ini adalah bukti ikatan keluarga di dalam ruang ganti Barcelona.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media