News . 11/05/2026, 12:08 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo memastikan tidak ada warga yang positif terinfeksi hantavirus setelah hasil pemeriksaan laboratorium dari Kementerian Kesehatan RI keluar beberapa hari lalu.
Sebelumnya, seorang warga sempat masuk kategori suspek atau diduga terpapar virus yang ditularkan melalui hewan pengerat tersebut. Namun hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan pasien dinyatakan negatif.
Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Susilaningsih menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus positif hantavirus pada manusia di wilayah Kulon Progo.
“Pada tahun 2026 memang terdapat satu suspek hantavirus, namun hasil laboratorium yang sudah keluar menyatakan negatif,” ujar Susilaningsih, Minggu 10 Mei 2026.
Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut juga telah dikonfirmasi langsung oleh Dinas Kesehatan DIY kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI.
“Informasi dari Kemenkes sudah jelas, hasilnya negatif. Jadi sampai sekarang tidak ada kasus positif hantavirus di Kulon Progo,” katanya.
Meski hasil pemeriksaan menunjukkan negatif, Dinkes Kulon Progo tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis yang dapat menular melalui tikus dan hewan pengerat lainnya.
Pihaknya mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat agar risiko penularan dapat ditekan.
“Setelah beraktivitas di sawah atau mengikuti kerja bakti, biasakan mencuci tangan menggunakan sabun. Perilaku hidup bersih dan sehat sangat penting untuk mencegah penularan,” jelas Susilaningsih.
Ia menambahkan, virus dapat menyebar melalui kontak dengan urine, kotoran, maupun luka yang terpapar hewan pengerat.
Karena itu, masyarakat diminta rutin membersihkan rumah, menutup makanan dengan rapat, serta menghindari tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang tikus.
“Lingkungan yang bersih dapat mencegah tikus masuk ke rumah dan mengurangi risiko penularan penyakit,” tambahnya.
Berdasarkan data surveilans kesehatan tahun sebelumnya, kasus hantavirus pertama kali terdeteksi di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2025. Saat itu terdapat enam warga yang dinyatakan positif melalui pemeriksaan sentinel rutin.
Meski demikian, seluruh pasien dilaporkan sembuh dan tidak ada korban meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
Sementara sepanjang tahun 2026 hingga saat ini, belum ditemukan tambahan kasus positif hantavirus di DIY berdasarkan hasil pemantauan laboratorium rutin pemerintah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media