Laskar Mataram Bangkit: PSIM Jogja Bungkam Malut United, Akhiri Puasa Kemenangan Delapan Laga
Selebrasi pemain PSIM Jogja Ze Valente usai mencetak gol ke gawang Malut United di Stadion Sultan Agung Bantul.Foto:IG
jogja.fin.co.id – PSIM Jogja akhirnya berhasil melepaskan beban berat yang menyelimuti tim selama dua bulan terakhir. Bertanding di Stadion Sultan Agung (SSA) pada Minggu malam 10 Mei 2026, skuad berjuluk Laskar Mataram ini sukses menundukkan tim papan atas Malut United dengan skor meyakinkan 2-0. Kemenangan ini menjadi sangat krusial karena mengakhiri catatan kelam delapan pertandingan beruntun tanpa raihan tiga poin.
Dominasi tuan rumah mulai terlihat sejak awal laga, namun kebuntuan baru pecah di penghujung babak pertama. Wasit menunjuk titik putih setelah bek Malut United, Angelo, melakukan pelanggaran handball di kotak terlarang yang juga berbuah kartu merah. Ze Valente yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-45+12, sekaligus membawa PSIM unggul 1-0 sebelum jeda.
Keunggulan Jumlah Pemain dan Penguasaan Laga
Memasuki paruh kedua, PSIM Jogja yang unggul jumlah pemain praktis memegang kendali permainan. Meski Malut United mencoba melakukan perlawanan lewat aksi individu Ciro Alves, lini pertahanan PSIM yang dikomandoi Franco Ramos tampil cukup disiplin. Kiper Cahya Supriadi juga melakukan penyelamatan gemilang saat menghalau tendangan jarak jauh lawan di menit ke-68.
Kemenangan tuan rumah akhirnya terkunci pada masa injury time. Pemain pengganti Andy Irfan mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-90+5 setelah memanfaatkan umpan terobosan akurat dari M. Iqbal. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi, memastikan tiga poin penuh tetap berada di Yogyakarta.
Evaluasi Pelatih: Masalah di Sepertiga Akhir
Meski puas dengan kemenangan tersebut, pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, tetap memberikan catatan kritis terhadap performa anak asuhnya. Arsitek asal Belanda tersebut menilai timnya masih sering melakukan kesalahan dalam pengambilan keputusan saat memasuki area sepertiga akhir lapangan (final third).
"Kami bermain cukup bagus dan pantas mendapatkan kemenangan ini setelah kerja keras sepanjang musim. Namun, kami sering membuat keputusan salah di area penyerangan, terutama dari sisi kiri. Hal ini terus kami latih agar pemain menemukan solusi terbaik saat menyerang," ujar Van Gastel dalam sesi jumpa pers usai laga.
Kemenangan ini secara matematis juga memastikan PSIM Jogja aman dari ancaman degradasi musim ini. Saat ini, Laskar Mataram menduduki posisi ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 42 poin dari 32 pertandingan.
"Alhamdulillah, pertandingan yang kami tunggu-tunggu akhirnya membuahkan tiga poin. Semoga ke depannya tim bisa lebih baik lagi," ungkap pencetak gol kedua, Andy Irfan, dengan nada syukur.