Sport . 11/05/2026, 08:13 WIB

Sihir Nomor 10 Lamine Yamal: Kunci Utama Barcelona Pecundangi Madrid di La Liga

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id – Keberhasilan Barcelona mengamankan gelar juara La Liga ke-29 pada Minggu malam 10 Mei 2026 Waktu setempat bukan sekadar keberuntungan. Kemenangan 2-0 atas Real Madrid di Camp Nou menjadi puncak dari evolusi taktis yang Hansi Flick usung sejak awal musim. Meski harus melewati badai cedera, klub Catalan ini membuktikan bahwa mereka memiliki kedalaman skuad yang tak tertandingi di Spanyol.

Keberhasilan meraih gelar back-to-back ini sekaligus memperlebar jarak dengan Real Madrid. Nama terakhir bahkan harus rela menutup musim kedua tanpa trofi bergengsi meski telah diperkuat megabintang Kylian Mbappe.

Era Baru Nomor 10: Dominasi Lamine Yamal

Satu nama yang paling menyita perhatian musim ini adalah Lamine Yamal. Mengenakan nomor punggung 10 yang ikonik, pemuda berusia 18 tahun tersebut bertransformasi menjadi roh permainan tim. Meski saat ini harus menepi karena cedera otot, kontribusinya sepanjang musim tetap tak terbendung.

Statistik mencatat Yamal memimpin skuad dalam jumlah gol (16 gol, bersaing ketat dengan Ferran Torres) dan mencatatkan 11 assist di La Liga. Kehebatannya dalam melewati lawan juga terbukti melalui catatan 133 dribel sukses, angka tertinggi di liga musim ini.

"Lamine telah menunjukkan performa luar biasa untuk mendapatkan kehormatan dianggap sebagai penerus alami warisan nomor 10 di klub ini," tulis pengamat sepak bola Joseph Wilson dalam analisisnya mengenai kebangkitan Barcelona.

Revolusi Taktis Hansi Flick

Kejeniusan Hansi Flick terlihat dari caranya menambal lubang di lini pertahanan. Kehilangan bek fisik sekelas Íñigo Martínez sempat memicu kekhawatiran. Namun, Flick secara mengejutkan menyulap Gerard Martín menjadi bek tengah tangguh yang berduet apik dengan Pau Cubarsí yang baru berusia 19 tahun.

Di lini tengah, Pedri González kembali menunjukkan kelasnya sebagai dirijen permainan. Pada usia 23 tahun, Pedri bermain layaknya veteran yang mengatur tempo pertandingan. Kehadiran Fermín López yang mencetak 13 gol dan 9 assist juga memberikan dimensi serangan baru yang gagal diantisipasi oleh para rival.

Lini Serang yang Lebih Kolektif

Musim ini, Barcelona tidak lagi bergantung pada satu sosok penyerang sentral. Flick lebih sering menempatkan Robert Lewandowski sebagai pemain pengganti dan memaksimalkan mobilitas Ferran Torres. Strategi ini terbukti ampuh dengan raihan 91 gol sepanjang musim.

Masuknya Marcus Rashford sebagai pemain pinjaman dari Manchester United turut menambah daya gedor. Golnya ke gawang Real Madrid pada hari Minggu menjadi bukti bahwa Rashford telah beradaptasi sempurna dengan gaya main Blaugrana. Kolektivitas ini membuat Barcelona tetap produktif meski para pemain pilar seperti Raphinha dan Jules Koundé sempat absen lama akibat cedera.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com