News . 12/05/2026, 20:05 WIB

Hanya 28 Persen Jalan di Sleman Berstatus Baik, DPUPKP Beberkan Peta Kondisi 371 Ruas

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) secara transparan memaparkan potret realitas kondisi infrastruktur jalan di wilayahnya. Berdasarkan audit terbaru, hanya 28,49 persen dari total jalan kabupaten yang saat ini berada dalam kondisi benar-benar "Baik".

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Sleman Nomor 87.3/Kep.KDH/A/2025, total panjang jalan kabupaten di Bumi Sembada mencapai 733,67 kilometer yang terbagi ke dalam 371 ruas jalan. Data rekapitulasi kondisi jalan tahun 2025 menunjukkan tantangan besar yang harus segera ditangani pemerintah daerah.

Kepala DPUPKP Sleman, Sukarmin ST MT, merinci bahwa kondisi jalan "Baik" tercatat sepanjang 209,04 kilometer atau setara 28,49 persen. Sementara itu, mayoritas jalan berada dalam kategori "Sedang" dengan panjang 289,9 kilometer atau 39,51 persen.

Membedah Peta Kerusakan Jalan

Meskipun sebagian besar jalan masih layak lalui, terdapat persentase kerusakan yang memerlukan perhatian serius. Data dinas menunjukkan jalan dengan kondisi "Rusak Ringan" mencapai 221,76 kilometer (30,23 persen). Sementara itu, kategori "Rusak Berat" masih tersisa sepanjang 12,97 kilometer atau 1,77 persen.

Jika dikategorikan berdasarkan tingkat kemantapan, saat ini jalan di Sleman yang masuk kategori "Mantap" mencapai 68,01 persen atau sepanjang 498,94 kilometer. Sebaliknya, terdapat 31,99 persen atau 234,73 kilometer jalan yang berstatus "Tidak Mantap".

"Kerusakan ini umumnya berupa retak memanjang, lubang atau potholes, hingga deformasi gelombang pada badan jalan. Kami terus memetakan kerusakan ini agar penanganan tepat sasaran," ungkap Sukarmin.

Faktor Penyebab Kerusakan Infrastruktur

Tim teknis DPUPKP mengidentifikasi beberapa faktor utama yang memperpendek umur konstruksi jalan di Sleman. Beban kendaraan yang melebihi kapasitas (overload) dan curah hujan tinggi menjadi pemicu utama munculnya lubang-lubang baru. Selain itu, sistem drainase yang buruk di beberapa titik mempercepat pengelupasan lapisan aspal.

Selain faktor eksternal, umur jalan yang sudah tua juga menjadi alasan teknis perlunya pemeliharaan berkala secara masif. Penurunan badan jalan sering terjadi pada ruas-ruas jalan lama yang belum mendapatkan penguatan struktur secara menyeluruh.

Transparansi data kondisi jalan ini menjadi basis bagi Pemkab Sleman dalam menentukan skala prioritas perbaikan pada tahun 2026. Dengan memahami peta kerusakan ini, masyarakat dapat mengetahui posisi ruas jalan di lingkungan mereka dalam daftar rencana pemeliharaan pemerintah daerah ke depan.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com