News . 12/05/2026, 20:57 WIB

Harga Aspal GILA-GILAAN Imbas Konflik Iran, Proyek Jalan Sleman Tetap GASPOL!

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id – Gejolak geopolitik di Timur Tengah akibat konflik Iran yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia mulai berdampak nyata pada biaya pembangunan infrastruktur di daerah. Meski harga aspal sempat meroket hingga 100 persen, Pemerintah Kabupaten Sleman memilih tidak mengendurkan gas dalam merealisasikan program unggulan "Sleman Dalane Alus".

Komitmen ini dibuktikan dengan alokasi anggaran infrastruktur yang menembus angka Rp108 miliar pada tahun 2026. Nilai ini melonjak drastis hampir dua kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sebuah langkah berani di tengah ketidakpastian harga material konstruksi global.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Sukarmin, mengungkapkan bahwa fluktuasi harga aspal saat ini sangat dinamis. "Harga aspal sempat menyentuh Rp32 ribu per kilogram dari harga normal Rp14 ribu. Saat ini memang sudah melandai ke angka Rp15.500, namun kami tetap waspada dan rutin melakukan pengecekan referensi harga ke Pertamina," ujar Sukarmin di Sleman Selasa 12 Mei 2026.

Analisis Biaya: Pengaspalan 1 Kilometer Tembus Miliaran Rupiah

Melambungnya harga minyak dunia secara otomatis mendongkrak harga turunan minyak, termasuk aspal. Berdasarkan data terkini Mei 2026, harga aspal drum Pertamina (155-160 kg) kini bertengger di kisaran Rp2,6 juta hingga Rp3,3 juta. Kondisi ini membuat estimasi biaya pengaspalan jalan sepanjang 1 kilometer kini harus merogoh kocek antara Rp850 juta hingga Rp1,3 miliar.

Meskipun biaya membengkak, Pemkab Sleman tetap memprioritaskan pembangunan pada 11 ruas jalan strategis sepanjang 11,8 km dengan pagu Rp45,4 miliar. Beberapa titik vital seperti Jalan Krapyak–Wonosari dan Ngawen–Kenteng menjadi fokus utama. Bahkan, untuk jalur evakuasi seperti ruas Sentukan, pemerintah beralih menggunakan konstruksi beton guna menyiasati beban kendaraan berat sekaligus faktor keawetan jangka panjang.

Strategi Jalan Desa dan Tantangan Rp1,11 Triliun

Tak hanya jalan kabupaten, keberanian fiskal Pemkab Sleman juga menyentuh level pedesaan. Melalui Perbup No. 16 Tahun 2026, dana sebesar Rp8,6 miliar disiapkan untuk membenahi jalan-desa yang banyak mengalami kerusakan sejak program stimulan 2010 berhenti.

"Kami ingin ekonomi masyarakat bergerak. Jalan yang halus adalah kunci kelancaran distribusi barang, jasa, hingga akses pariwisata," tambah Sukarmin.

Sekretaris DPUPKP, Fauzan Ma’ruf, menambahkan bahwa kolaborasi dengan pihak kalurahan dan sektor swasta sangat diperlukan untuk menjaga kualitas jalan yang sudah dibangun agar tetap awet di tengah cuaca ekstrem dan beban muatan.

Berdasarkan data audit infrastruktur, Sleman memiliki total 733 km jalan kabupaten dengan tingkat kemantapan saat ini mencapai 68 persen. Untuk mencapai target 100 persen jalan mantap, dibutuhkan dana ideal mencapai Rp1,11 triliun—sebuah tantangan besar yang terus diupayakan pemerintah secara bertahap melalui rehabilitasi jalan, jembatan, dan pembenahan drainase setiap tahunnya.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com