News . 13/05/2026, 13:37 WIB

Stok Sapi Kurban di Kulon Progo Melimpah, Pengawasan Ketat Pakai Skema Triple Screening

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan pasokan hewan kurban jenis sapi di Kabupaten Kulon Progo berada dalam kondisi surplus menjelang Iduladha 1447 H. Meskipun jumlahnya melimpah, otoritas terkait menekankan bahwa kualitas kesehatan ternak tetap menjadi prioritas utama demi keamanan konsumen.

Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Eling Priswanto, menegaskan hal tersebut saat meninjau langsung Damar Wulan Farm dan Wasilah Farm di Panjatan, Kulon Progo, pada Selasa 12 Mei 2026. Eling menyebutkan ketersediaan yang melimpah ini harus berbanding lurus dengan jaminan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Standar Keamanan Triple Screening

Pemerintah daerah menerapkan mekanisme penyaringan tiga lapis atau triple screening untuk memverifikasi kondisi medis setiap ekor sapi yang masuk ke wilayah Kulon Progo. Langkah proteksi ini bertujuan untuk membentengi wilayah dari masuknya hewan ternak yang terindikasi penyakit menular.

Proses pengawasan ini dimulai sejak sapi berada di daerah asal, seperti Bali dan Madura. Tahapan selanjutnya adalah pemeriksaan ketat di pintu masuk Pulau Jawa, dan berakhir pada pengecekan final oleh tim medik veteriner saat ternak tiba di kandang-kandang penampungan di Kulon Progo.

"Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan daging yang aman. Skrining ini krusial agar tidak ada hewan yang terindikasi penyakit menular masuk ke meja konsumsi," ujar Eling.

Menurutnya, para pedagang mengakui bahwa Kulon Progo merupakan salah satu wilayah dengan protokol pengawasan paling ketat saat ini.

Update Harga dan Tren Pasar

Meskipun pasokan terpantau surplus, harga sapi di tingkat pedagang saat ini masih berada dalam kondisi stabil. Data menunjukkan bahwa harga rata-rata sapi jenis Bali berkisar di angka Rp71.000 per kilogram bobot hidup, setara dengan tren harga pada tahun sebelumnya.

Kestabilan harga ini terjadi karena adanya keseimbangan antara stok yang melimpah dengan permintaan masyarakat yang mulai merangkak naik. Tren surplus ini tidak hanya terjadi di Kulon Progo, namun juga terlihat di wilayah lain seperti Kabupaten Gunungkidul yang memiliki stok hingga 11.000 ekor untuk memenuhi permintaan sekitar 4.500 ekor.

Eling menambahkan bahwa pasar menjelang Iduladha 1447 H ini memang lebih banyak menyerap sapi asal Bali dan Madura. Meski sapi lokal Jogja tetap menjadi tumpuan kebutuhan harian, konsumen cenderung memilih sapi luar daerah untuk kebutuhan kurban karena alasan standar ukuran yang seragam serta harga yang lebih kompetitif.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com