News . 14/05/2026, 16:57 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Kabupaten Bantul mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menangani limbah hasil penyembelihan hewan kurban. Warga diminta tidak membuang sisa darah, jeroan, maupun kotoran hewan ke sungai dan saluran air karena berpotensi mencemari lingkungan.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, mengatakan pengelolaan limbah kurban menjadi perhatian penting setiap momentum Iduladha. Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan harus berjalan beriringan dengan pelaksanaan ibadah kurban.
“Kami mengimbau masyarakat agar limbah hasil penyembelihan tidak dibuang ke sungai, got, ataupun aliran air lainnya karena dapat memicu pencemaran lingkungan,” ujar Joko, Selasa 12 Mei 2026.
Ia menjelaskan, salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan warga adalah mengubur sisa limbah kurban di dalam tanah. Metode tersebut dinilai lebih aman sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Kalau dikubur dengan benar, limbah organik seperti darah dan jeroan bisa terurai secara alami dan bahkan berpotensi menjadi pupuk,” katanya.
Selain mengingatkan soal pengelolaan limbah, DKPP Bantul juga mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban di berbagai wilayah. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang akan disembelih dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Joko menyebut pengawasan dilakukan sejak sebelum penyembelihan hingga proses pemotongan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat saat menjalankan ibadah kurban.
“Kesehatan hewan terus kami pantau mulai dari pemeriksaan awal hingga proses penyembelihan agar hewan kurban yang dikonsumsi masyarakat benar-benar sehat,” ungkapnya.
DKPP Bantul berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan selama momentum Iduladha, sehingga pelaksanaan kurban tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan maupun ekosistem sekitar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media