News . 15/05/2026, 15:08 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id – Suasana tenang di Dusun Klawisan Topadan, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, mendadak berubah menjadi mencekam pada Jumat 15 Mei 2026 pagi. Seorang pria berinisial S (48), yang diketahui merupakan aparatur sipil negara dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sleman, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi yang mengenaskan.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya sendiri sekitar pukul 07.00 WIB. Penemuan tragis ini langsung memicu kerumunan warga dan kehadiran aparat keamanan dari unsur TNI serta Polri yang segera mengamankan lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Lurah Margoagung, Djarwo Suharto, mengonfirmasi bahwa korban merupakan warganya yang baru saja kembali tinggal di Seyegan. Meskipun secara administratif S masih memegang KTP Gunungkidul, ia memilih pulang ke rumah ibunya di Margoagung setelah resmi diangkat menjadi tenaga PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.
"Beliau barusan diangkat sebagai PPPK di Dinas PU. Otomatis, mereka harus bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Sehingga almarhum pulang di tempat asalnya karena ibunya masih di sini," ungkap Djarwo saat memberikan keterangan kepada awak media.
Kepulangan korban ke kampung halaman yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan setelah resmi menjadi abdi negara, justru berakhir pilu. Korban ditemukan dalam posisi terlentang di dalam rumah, namun penyebab pasti kematiannya masih menyisakan tanda tanya besar.
Informasi yang berkembang di lapangan sempat menyinggung adanya bekas luka pada bagian leher korban. Namun, pihak kelurahan maupun kepolisian belum bersedia memberikan konfirmasi mendalam terkait detail luka tersebut demi menjaga integritas penyelidikan yang sedang berlangsung.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menyatakan bahwa pihaknya masih bergerak cepat melakukan pendalaman untuk mengungkap fakta di balik peristiwa ini. Petugas juga telah mengevakuasi jenazah korban untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Ditunggu dulu ya rekan-rekan. Untuk penyebab kematian masih pendalaman kepolisian, dan jenazah rencana akan dibawa ke RS Bhayangkara," jelas Iptu Argo singkat.
Kejadian ini menjadi perhatian khusus bagi rekan-rekan kerja korban di Dinas PU Sleman serta masyarakat luas. Hingga saat ini, area sekitar rumah duka masih dipantau oleh pihak berwenang guna mengumpulkan bukti-bukti pendukung yang dapat memperjelas apakah kematian korban murni karena masalah kesehatan atau terdapat unsur pidana.
Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan spekulasi liar di media sosial sebelum ada keterangan resmi hasil autopsi dari tim medis RS Bhayangkara demi menghargai perasaan keluarga almarhum yang sedang berduka.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media