News . 17/05/2026, 13:18 WIB

Pernah Ditolak Jokowi, Mbah Iran Sapi Asal Wonokromo Bantul Jadi Hewan Kurban Presiden

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

jogja.fin.co.id – Gurat kebahagiaan terpancar jelas dari wajah Sarjono (51), seorang peternak lokal asal Dusun Jati, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul. Impiannya melihat sapi hasil jerih payahnya dipinang oleh kepala negara akhirnya terwujud nyata, setelah satu ekor sapi peliharaannya resmi terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Idul Adha mendatang.

Sapi andalan Sarjono tersebut merupakan jenis Peranakan Ongole (PO) berbobot fantastis, yakni mencapai hampir satu ton. Sapi jumbo berkulit putih bersih itu sehari-hari akrab disapa dengan panggilan "Mbah Iran".

Lolos Seleksi Ketat hingga Dikontak Utusan Jakarta

Sarjono menceritakan, keberhasilan sapinya menembus jajaran elite hewan kurban presiden tidak terjadi secara instan. Proses penyaringan dimulai ketika seorang dokter hewan setempat merekomendasikan kualitas fisik Mbah Iran ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, untuk kemudian diteruskan ke sekretariat negara di Jakarta.

Kepastian mengenai terpilihnya si komoditas unggulan baru didapatkan Sarjono memasuki pertengahan Mei, melalui sebuah panggilan telepon langsung dari utusan khusus kepresidenan.

"Awalnya dari dokter hewan yang mengajukan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, langsung dimasukkan ke Jakarta. Selanjutnya dari Dinas Pleret survei ke sini dan memberi vitamin hewan serta obat cacing agar sapi sehat," ungkap Sarjono.

Dibanderol Rp90 Juta dan Mendapat Perlakuan Khusus

Bagi Sarjono, Mbah Iran bukan sekadar hewan ternak biasa, melainkan sapi klangenan atau kesayangan yang telah menemaninya selama dua tahun terakhir. Ia pertama kali membelinya dari seorang peternak asal Kebumen, Jawa Tengah—yang kebetulan bernama Mbah Iran—ketika sapi tersebut masih berusia tiga tahun. Kini di usianya yang menginjak lima tahun, Mbah Iran dihargai senilai Rp90 juta oleh pihak istana.

"Senang, karena dibutuhkan sama orang nomor satu di Indonesia, (dibeli) Rp90 juta. Perawatan ya juga khusus sekarang semenjak itu dibeli sama Pak Prabowo itu," imbuh pria yang sudah menggeluti dunia peternakan sejak masa kecilnya ini.

Sejak menyandang status sebagai sapi presiden, manajemen perawatan Mbah Iran langsung ditingkatkan secara drastis. Sarjono kini lebih protektif dalam menjaga kebersihan sanitasi kandang, memandikan sang sapi secara berkala, hingga memberikan formulasi pakan hijau berkualitas tinggi guna memastikan stamina hewan kurban tersebut tetap prima hingga hari penyembelihan.

Baca Juga

Pernah Gagal di Era Presiden Jokowi

Menariknya, ini bukan kali pertama bagi Sarjono mencoba peruntungan dalam bursa penyediaan hewan kurban kepresidenan. Beberapa tahun silam, salah satu sapi raksasa koleksinya sempat dilirik oleh tim verifikasi mantan Presiden Joko Widodo.

Sayangnya, pada kesempatan terdahulu, hewan peliharaannya harus gugur di tengah jalan karena tidak mampu memenuhi salah satu poin dari lembar persyaratan kesehatan dan bobot teknis yang dipatok sangat tinggi oleh istana.

Kegagalan masa lalu itu kini terbayar lunas. Keberhasilan Mbah Iran memikat hati Presiden Prabowo tidak hanya mengangkat derajat ekonomi keluarga Sarjono, melainkan turut melambungkan reputasi para peternak tradisional di kawasan Jati Wonokromo Bantul di kancah nasional. Saat ini, Sarjono masih menyisakan sekitar delapan ekor sapi lain di dalam kompleks kandangnya yang terus ia rawat dengan ketelatenan serupa.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com