News . 18/05/2026, 20:14 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
jogja.fin.co.id - Akses birokrasi yang kaku dan menakutkan kini dibuang jauh-jauh oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman. Mengikis stigma "kaku" instansi vertikal, BNNK Sleman melakukan manuver besar dengan meluncurkan enam program inovasi pelayanan publik yang agresif, humanis, dan jemput bola langsung ke basis massa.
Ini dirancang untuk memotong rantai birokrasi yang rumit, sehingga masyarakat Bumi Sembada bisa mengakses pengurusan dokumen, konsultasi rehabilitasi, hingga deteksi dini narkoba secara gratis tanpa perlu merasa terintimidasi.
Kepala BNNK Sleman, Kombes Pol Teguh Tri Prasetya, menegaskan bahwa simplifikasi layanan ini merupakan komitmen mutlak institusinya dalam membangun Zona Integritas (ZI) menuju wilayah bebas korupsi.
"Inovasi layanan menjadi langkah nyata untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat mendapatkan layanan yang mudah, cepat, transparan, dan nyaman. Melalui inovasi ini, kami berharap kehadiran BNNK Sleman benar-benar dirasakan manfaatnya," tegas Kombes Pol Teguh Tri Prasetya dalam rilis resminya, Senin, 18 Mei 2026.
Untuk memetakan target secara presisi, BNNK Sleman memecah fokus pelayanan ke dalam enam klaster program spesifik yang menyasar kelompok masyarakat berbeda:
1. MERAPAT (Melayani Masyarakat Setempat)
Inilah program yang paling diburu pencari kerja dan mahasiswa. Setiap hari Selasa, petugas BNNK Sleman ngantor di Kelurahan Condongcatur untuk melayani penerbitan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkoba (SKHPN), tes urine mandiri, hingga aduan warga tanpa perlu jauh-jauh datang ke kantor kabupaten.
2. SEKAWAN (Sosialisasi dan Edukasi Kawasan Wisata Anti Narkoba)
BNNK Sleman kini merambah sektor pariwisata dengan menjadikan destinasi populer seperti Ledok Sambi sebagai pilot project. Di sini, pelancong bisa menikmati fasilitas photobooth interaktif, pameran replika narkoba, menjajal rompi anti peluru asli, hingga mendapatkan cek kesehatan gratis sembari berwisata.
3. BERTAMU (Berbagi Informasi dan Edukasi Bahaya Narkoba melalui Tatap Muka)
Menggandeng Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Dinsos DIY, program ini mengunci perhatian pada remaja rentan masalah sosial. Formatnya dikemas kekinian lewat Seminar Peer setiap Selasa dan Sharing Circle interaktif pada Rabu dan Kamis malam sebagai wadah curhat bebas stigma.
4. SALAK MADU (Sarana Layanan Konseling Masyarakat Adiksi Dengan Upaya Pemulihan)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media